Ingin tahu ulasan mengenai film-film lama hingga yang terbaru? Ingin tahu film-film apa yang wajib ditonton dan yang tidak? Jangan lupa kunjungi Our Cinema Sanctuary, blog berisi review2 film (yg pastinya sudah saya tonton, hehe...). See you there...!!!
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Tuesday, 3 November 2009

YES...! Now I'm a 12% Oriflame Manager!

Alhamdulillah.

Akhirnya saya berhasil menjadi seorang Manager Oriflame 12%!

"Haaa? Kok bisa? Kan lo baru 3 bulan jadi member di Oriflame? Kok tau2 langsung jadi Manager???"
Itu pertanyaan2 orang2 di sekitar saya. Yang percaya ada, yg gak percaya lebih banyak lagi. Jawabannya cuma satu: BISA! Ya saya ini buktinya.

Jujur, kadang saya pun gak percaya. Kadang saya sampai cubit2 tangan sendiri. Tapi ternyata semua nyata, bukan mimpi.

Mungkin saya bisa jelaskan sedikit. Manager Level 12% adalah tahap pertama Level Manager di Oriflame. Selanjutnya ada dua tahap lagi, yaitu Manager Level 15% dan Level 18%. Setelah itu, baru sampai ke Level 21%, sebagai Senior Manager, dengan penghasilan bulanan sebesar Rp4-7 juta/bulan. Insyaallah.

Sebetulnya, saya mencanangkan target di bulan Oktober hanya sampai Level 9% saja. Ternyata, baru 10 hari bulan Oktober berjalan, Level 9% sudah berhasil saya lampaui. Waktu itu saya berfikir, mungkin gak ya bisa sampai Level 12% dan jadi Manager? Saya meyakinkan diri saya. Pasti bisa.

Sampai minggu terakhir bulan Oktober, saya masih kurang sekitar 600 poin lagi menuju Level 12%. Sempat pesimis, tapi segera saya tepis jauh2. Saya terus yakinkan diri bahwa saya pasti bisa mencapai Level 12%.

4 hari sebelum TuPo (tutup poin), masih kurang 400 poin. 2 hari menjelang TuPo, masih kurang 200 poin. Semakin semangat, semakin giat, semakin geregetan. Apalagi ditambah dengan stok barang di Oriflame yg semakin menipis, kadang bikin nge-drop. Tapi saya tetap afirmasi, saya pasti bisa jadi Manager! Ditambah dengan para upline yaitu Natasya, Mak Liza, Bundo Zulfa, dan Mak Nurul yang gak pernah berhenti memberi dukungan.

Akhirnya, hari terakhir TuPo, 31 Oktober 2009, saya datang ke Oriflame Bulungan, dengan tekad harus menjadi Manager dan mencapai 12% di hari itu. Ode juga menemani saya, sampai2 dia ketiduran nungguin saya TuPo (terima kasih yaaa atas dukungan penuhnya...). Hasilnya, luar biasa! Akhirnya SAYA BERHASIL!

Namun, keberhasilan saya mencapai Level Manager seperti tidak seberapa, dibandingkan kebanggaan menyaksikan "anak2 & cucu2" (downline) saya yg juga berhasil mencapai target mereka masing2!

Ada Mba Yuli dan jaringannya yg luar biasa, yg gak berhenti2 melakukan Order & Rekrut sepanjang bulan Oktober! Saya mengatakan mereka betul2 luar biasa, karena Mba Yuli berhasil loncat level dari 3% menjadi 9%, juga Mba Desy yg dari nol langsung melonjak ke Level 6%! Belum lagi hampir semua member di jaringannya memenuhi kualifikasi minimal pembelanjaan 75 poin! Luar biasa!

Kemudian ada Cici Marsiana yg di bulan itu berhasil mencapai Level 6%. Padahal, secara "logika" jumlah personil di jaringannya, seharusnya Cici belum bisa mencapai level tersebut. Namun karena kegigihannya & juga jaringannya, termasuk jauh2 naik motor dari Citayam datang ke Oriflame Bulungan untuk menyelesaikan TuPo sampai sore, akhirnya Cici berhasil naik Level ke 6%, dan juga berhasil menelurkan downlinenya yaitu Esty, untuk mencapai Level 3%! Good job!

Kemudian ada Firdaus, personil laki2 pertama yg bergabung di jaringan saya, yg sedang liburan ke Bali dengan teman2 kantornya di hari2 TuPo. Dia tak pernah kenal lelah, sampai2 harus rela menyebarkan katalog di bandara dan di dalam pesawat! Walaupun produk2 yg dipesan banyak yg sudah habis, tapi akhirnya Daus berhasil mencapai Level 3% di bulan pertamanya! Luar biasa! Daus berhasil mematahkan opini bahwa laki2 tidak bisa sukses di Oriflame!

Juga ada sahabat karib saya, yaitu Ayoe, yg juga berhasil mencapai Level 3% di bulan Oktober! Pengantin baru ini bersama downlinenya, Pipit (Hafni), juga sama2 berhasil menyelesaikan perolehan Welcome Program 2 nya! Di bulan berikutnya, Ayoe juga sudah siap mau naik Level menjadi 6%, dan juga membantu Pipit naik level ke 3%! Tetap semangat!

Saya bahagia.
Bahagia memiliki para upline yg selalu siap sedia dan memberikan dukungan setiap saat saya membutuhkannya.
Bahagia memiliki downline2 yg tidak pernah kenal menyerah, yg TAHU tujuan & impian mereka, dan mau meraihnya.
Bahagia karena saya tidak salah memilih & berada dalam jaringan Oriflame yg tepat, yaitu DBC Network, dengan sistem yg luar biasa (special thanks to Mba Nadia Yuniardo & Mba Dini Shanti).

Mari ikut berbahagia bersama saya & jaringan saya yg luar biasa!


Wednesday, 7 October 2009

Those Wild Puppies...

Di depan rumah saya ada sebuah rumah kosong. Beberapa minggu yg lalu, ternyata halaman rumah kosong tersebut digunakan oleh seekor anjing liar yg sedang hamil tua untuk tempat melahirkan anak2nya. Hitam dan putih, itu warna si induk anjing, saya sebut saja dia dengan nama Ibu Anjing.

Kemudian lahirlah anak2 anjing itu, ada 5 ekor. 3 berwarna cokelat, 2 hitam. Namun 1 ekor yg berwarna cokelat diambil oleh seseorang yg tidak diketahui identitasnya, semoga untuk dipelihara, bukan dikonsumsi, hiks... Kemudian 1 yg berwarna hitam tanpa sengaja terlindas ban mobil tetangga saya ketika mereka sedang bermain2 di luar. Kasihan... Jadi tersisalah 3 ekor.

Ketika 3 ekor anak2 anjing itu sudah bisa berjalan, mereka sering bermain2 di jalan depan rumah. Bahkan pernah suatu ketika, ketika saya pulang dari kantor dan hendak memasukkan mobil ke garasi, tiba2 salah satu dari mereka muncul dari dalam halaman rumah saya, dan lari terbirit2 menuju tempat mereka di rumah kosong. Tak lama, menyusul 2 saudaranya yg juga lari terbirit2 dari halaman rumah saya menuju rumah kosong. Saya cuma bisa tersenyum. Senang.

Saya memang suka sekali anjing. Ayah saya juga seorang pencinta anjing, begitu pula keluarga besarnya. Rata2 anggota keluarga besar ayah saya memiliki minimal 1 ekor anjing di rumahnya. Bahkan, salah satu sepupunya, memelihara hingga lebih dari 7 ekor anjing.

Di rumah saya juga, sampai saya duduk di bangku sekolah dasar, saya juga sempat memiliki 3 ekor anjing (walaupun tidak dalam satu waktu). Namun karena satu dan lain hal, sejak saat itu sampai sekarang saya tidak bisa lagi memelihara anjing. Setidaknya sampai saya bisa punya rumah sendiri, hehe...

Kembali ke cerita anak2 anjing liar yg berlari terbirit2 melihat saya. Hari Jumat malam, 25 September, hujan amat deras. Seperti biasa, kalau hujan deras dalam waktu yg agak lama, jalanan di kompleks saya akan banjir kira2 sampai 1/3 betis orang dewasa, bahkan bisa lebih. Malam itu, tiba2 saya mendengar suara anjing2 mengaing (maksudnya mengeluarkan suara: "Kaing! Kaing...!"), tepat di bawah jendela kamar saya yg kebetulan menghadap ke halaman depan.

Penasaran, segera saya keluar ke halaman depan. Ternyata, saya menemukan salah satu anak anjing itu, warnanya hitam, sedang berteduh di antara pot-pot bunga. Tubuhnya basah kuyup terguyur hujan. Saya mencoba menangkap untuk membawanya ke dalam rumah. Namun karena dia takut, jadi dia terus menghindar. Pada saat adegan kejar2an itulah, saya tidak sadar kalau saya juga ikut kehujanan.

Ternyata dia terpisah dengan saudara2nya. Ibu Anjing terlihat kebingungan dan mondar-mandir antara rumah saya dengan rumah kosong, tempat anak2nya yg lain tertinggal. Bahkan sampai Ibu Anjing tidak sengaja tercebur di selokan yang tidak terlihat karena banjir. Ibu Anjing pasti bingung, karena anak2nya yg lain terancam tenggelam. Rumah saya dulu sempat direnovasi dan dibuat lebih tinggi, namun rumah kosong itu masih rendah. Jadi kalau jalanan banjir, sudah pasti banjir juga masuk ke rumah itu.

Entah bagaimana, akhirnya Ibu Anjing berhasil menyelamatkan 2 anaknya yg lain, dan dibawalah mereka menuju rumah saya. Mereka berempat berteduh di bawah mobil pick-up ayah saya. Ibu Anjing meringkuk kedinginan, sementara 3 anaknya menyusu dengan lahap. Sebetulnya saya ingin sekali membawa mereka semua masuk ke dalam, memberi makan & susu hangat... Namun ketika saya mendekati mereka, insting si Ibu Anjing menjadi waspada dan menggeram2 ke arah saya. Ibu Anjing tidak ingin saya mendekati anak2nya. Tidak apa2. Setidaknya sekarang mereka terlindung dari hujan & banjir. Setelah itu, saya terserang flu sampai sekitar 1 minggu.

Minggu, 4 Oktober. Di daerah Kalimalang & Jatiwaringin macet total karena banjir. Saya dan Ode baru saja selesai menghadiri acara D'BISTRO yang diadakan DBC Network. Kami makan malam di salah satu restoran fast food 24 jam di Pangkalan Jati Kalimalang. Saya sempat tidak bisa pulang karena di mana2 jalanan tergenang banjir, termasuk di jalanan rumah saya.

Sekitar pukul 21.30 WIB akhirnya saya bisa pulang diantar oleh Ode. Ketika sampai di rumah, refleks saya menengok ke arah rumah kosong. Di situ saya melihat Ibu Anjing sedang tidur. Sendirian. Saya panik. Takut terjadi apa2 terhadap anak2 anjing itu, ketika banjir melanda beberapa saat sebelumnya. Saya mencoba mencari2 anak2 anjing itu, namun tetap tidak ada tanda2nya. Mungkin mereka hanyut, mungkin mereka tenggelam... Sedih... :(

Selasa pagi, 6 Oktober. Ibu Anjing sedang berjalan2 di halaman rumah kosong di depan rumah saya. Tiba2 di sampingnya ada 1 ekor anak anjing hitam. Anak anjing yg sama, yg basah kuyup di antara pot-pot bunga, yg menghindar ditangkap oleh saya di tengah hujan. Dia selamat. Syukurlah...

Tampak senyum pertama saya di pagi itu.

*Gambar diunduh dari sini.

Tuesday, 15 September 2009

My First Achievement @ DBC Network!

Mau sharing lagi mengenai DBC Network-ku. Sharing-annya sudah pasti mengenai berita gembira dong...!

Sabtu, 5 September 2009 lalu, saya datang ke acara D'Bistro yg diadakan DBC Network (DBCN) di sebuah gedung Bank berbasis Syariah di daerah Sudirman. Ini pertama kalinya saya datang ke acara D'Bistro, karena sebelum2nya saya hanya datang ke acara2 mingguan DBCN di Bulungan.

Saya datang ditemani Ode, dan di sana kami bertemu dengan para partners saya di DBCN. Orang2 yg datang cukup ramai, suasananya pun amat penuh semangat.

Acara dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB, dibuka dengan sambutan dari Director (yg kini sedang kualifikasi menjadi Gold Director) dari jaringan saya, yaitu Nurul Abidah, yg akrab disapa Mak Noe. Mak Noe sedikit sharing mengenai perjalanannya menjadi Director, salah satunya adalah ketika ia tidak mendapat dukungan dari orang yg mencintainya, yaitu suaminya sendiri, hehe... Namun akhirnya Mak Noe berhasil membuktikan kepada suaminya, namanya Pak Harpan, bahwa DBCN & Oriflame bisa membawanya kepada kesuksesan. Syukurlah, akhirnya Pak Harpan mendukung Mak Noe 1.000% dan menjadi partner sejatinya di DBCN :)

Yang mengagetkan saya, ternyata di acara tersebut ada semacam acara rekognisi bagi para peraih level baru, dan saya adalah salah satunya! Alhamdulillah, hanya sekitar 1,5 bulan saya bergabung dengan DBCN, saya langsung berhasil mencapai Level 3%! Padahal, saya menjalankannya hanya sebagai sambilan.



Masih dengan perasaan heran, saya menjadi salah satu orang yg didaulat untuk maju ke atas panggung, diberikan ucapan selamat, dan diberi hadiah berupa pin Oriflame serta Sabun Milk & Honey yang wanginya enaaaak... sekali :)

Bangga? Sudah pasti. Walaupun masih Level 3%, bonusnya pun masih sebesar Rp55 ribuan (masih jauh dari bonus Rp11 juta/bulan, hehe...), itu sudah cukup membuat saya terkagum2. Mengapa? Karena dulu, waktu beberapa tahun yg lalu saya menjadi member di Oriflame (tapi bukan di jaringan DBCN), saya tidak pernah berhasil mencapai Level apapun! Sekarang saya membuktikan sendiri, melalui DBCN, hal itu sangat mungkin terjadi! Bulan Agustus di Level 3% dengan bonus Rp55 ribu, bukan tidak mungkin di bulan Desember sudah di Level 21% dengan bonus lebih dari Rp7 juta/bulan. Amiin...

Hal istimewa lain adalah, akhirnya saya bisa bertemu muka pertama kalinya dengan upline langsung saya, yaitu rekan sesama Blogger, Natasya Wisaksono, yang tinggal di Bandung. Lagi2 ini dia keistimewaan DBCN, karena sistemnya Online, jadi kita dimungkinkan untuk memiliki Upline atau Downline dari berbagai kota di Indonesia. Jeung Nat ini luar biasa lho... Baru 2 bulan bergabung di DBCN, dia bisa langsung mencapai 2 Level di atas saya, yaitu Level 9%!!! Sudah tentu, Jeung Nat juga dipanggil ke atas panggung.



Selain saya dan Jeung Nat, upline langsungnya Jeung Nat, yaitu Liza Ajidarma yang biasa dipanggil Mak Liza, juga menjadi Manager baru Level 12%! Bukan cuma itu, upline-nya Mak Liza yaitu Zulfa Nitasari (Bundo Zulfa), diresmikan menjadi Senior Manager baru, dengan Level 21%!!! Ternyata semua upline2 ku hebat2...!!! Kayaknya memang betul, saya berada dalam jaringan yg tepat :).

Sore harinya, jaringan Bundo Zulfa berbuka puasa bersama di Burger King Jakarta Theater. Di situ lagi2 kami diberikan "suntikan2" ilmu yg berguna untuk bisa sukses. Hari itu menjadi hari yg cukup melelahkan, tapi banyak sekali ilmu yg bisa didapatkan. :)



Oh ya, ada pesanan dari Quinie supaya kami foto bertiga antara saya, Ode, dan Natasya, secara sesama Blogger, hehe... Jadilah kita foto bertiga. Pe er-nya sudah selesai ya Bu Guru Quinie, hehe... :)



"We can have more than we've got because we can become more than we are." - Jim Rohn