Ingin tahu ulasan mengenai film-film lama hingga yang terbaru? Ingin tahu film-film apa yang wajib ditonton dan yang tidak? Jangan lupa kunjungi Our Cinema Sanctuary, blog berisi review2 film (yg pastinya sudah saya tonton, hehe...). See you there...!!!
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
Showing posts with label What I Did.... Show all posts
Showing posts with label What I Did.... Show all posts

Sunday, 18 April 2010

Ananta's SINANJU

Long weekend tanggal 2 April kemarin, saya, Ode dan kedua orang tua saya pergi ke Bandung. Selain mau menengok kakek dan nenek saya, juga ada acara doa bersama untuk keluarga2 saya yg sudah berpulang, juga ada acara syukuran ulang tahun perkawinan kakek dan nenek saya yg ke-58, pluuuus syukuran ulang tahun keponakan.

Jumat pagi, kita semua sudah masuk ke mobil untuk berangkat. Tiba2, perseneling mobil saya gak berfungsi! Huhuhuhu... Jadilah mobil itu harus masuk ke bengkel, dan kita semua pakai jasa travel ke Bandung. Untung masih ada spot kosong, padahal udah takut aja long weekend kayak gitu bakalan penuh karena banyak yg mau liburan ke Bandung.

Selama di Bandung, saya gak bawa laptop (karena gak punya mobile modem). Jadi saya harus bersabar diri untuk gak ngutak-ngatik fesbuk dan bisnis online kesayanganku selama 3 hari. Tapi gak kuatir ninggalin bisnis kok. Walaupun yg punya lagi gak online, sistem bisnisnya bisa tetep jalan non stop tanpa kehabisan energi, hehe...

Berhubung kakek & nenek saya gak langganan tivi kabel, dan saya juga gak mau terpenjara harus menonton sinetron2 gila, aneh, bin sinting itu, di Bandung saya niat mau menyelesaikan pe-er dari Ananta, teman kantor saya. Dan pe-ernya adalah:

MERAKIT GUNDAM SINANJU...!!! *dengan iringan musik Doraemon*


Dari dulu saya memang seneng banget ngerakit sesuatu. Waktu es-de, lagi zaman2nya mobil-mobilan TAMIYA, saya sempat punya 2 jenis (lupa jenisnya apa). Pas sudah kerja, saya sempat nyoba merakit robot Gundamnya punya teman kantor saya, Mas Santo, dan langsung keranjingan. Selesai ngerakit Gundam yg pertama, saya juga ngerakit Gundam yg kedua, masih punya Mas Santo. Hasilnya? Kereeennn...!!!

Teman saya yg namanya Ananta, adalah penggemar Gundam sejati. Setelah dia melihat Gundam2 hasil rakitan saya, Ananta akhirnya mempercayakan salah satu Gundam favoritnya (dan katanya langka), yaitu SINANJU, untuk dirakit oleh saya. Jadilah saya bawa Gundam itu ke Bandung untuk dirakit, mumpung ada Ode yg bisa bantuin.

Untuk merakit Gundam, kita butuh beberapa peralatan: tang potong yg ujungnya lancip, cutter (atau sejenisnya), dan kadang obeng kembang ukuran kecil kalau dibutuhkan. Lebih bagus lagi kalau mau merakit Gundam, cari tempat atau ruang yang cukup lapang dan gak terlalu banyak barang, supaya kalau ada bagian/potongan Gundam yg jatuh, gak akan susah nyarinya.


Merakit Gundam itu gak semudah yg dibayangkan. Banyak orang yg menyangka kalau Gundam itu adalah mainan anak kecil. Sekarang coba aja anak kecil disuruh ngerakit Gundam, dijamin gak akan bisa, hehe...! Merakit Gundam itu perlu ketelitian, ketelatenan, dan konsentrasi tinggi. Karena jika ada satu bagian yg hilang atau gak pas masangnya, dijamin Gundamnya gak akan selesai.

Makanya kita harus mengikuti satu-persatu langkah2 yg diinstruksikan di buku petunjuknya. Kalau gak, bisa2 kita bingung menyusun ratusan potongan bagiannya. Dan yg pasti juga kudu SABAR (padahal jarang2 tuh saya bisa sabar, hehe...).

Pertama-tama, saya dan Ode merakit badan Gundam. Untuk merakit potongan badan aja kami butuh waktu kira2 sampai 1,5 jam. Setelah itu, kami rakit kepalanya. Dua bagian udah jadi, cukup bikin badan pegel.


Sekarang sampai ke bagian tangan. Yg luar biasa, Gundam Sinanju ini karena kualitasnya bagus, jadi setiap bagiannya dibuat dengan sangat detil. Sampai-sampai jari-jari tangannya masing2 dibuat terpisah, bisa dibuat bentuk macem2 ;-).


Bagian tangan dan kakinya juga hampir berfungsi penuh, engsel2nya bisa digerakkan dengan leluasa, asik bangeeet...! Ini dia bentuknya setelah badan, kepala, dan tangannya disatukan. Di tahap ini, selain badan pegel2, yg juga terasa kepala sedikit pusing dan mata lelah.


Di hari ketiga, akhirnya Gundam Sinanju itu selesai juga. Gak ketinggalan, dilengkapi juga dengan senapan, granade launcher, pedang, perisai dan pisaunya. Rasanya? Puaaaasss...!!! Yang disesali cuma satu: Sinanju-nya harus dikembalikan ke pemiliknya, hehe...

Ini dia hasil gotong-royong saya dan Ode:


Ada yang mau dirakitin Gundam lagi???



Thursday, 15 April 2010

I Wanna Get Home Safely!: Pemasangan Kaki Palsu

Teman2 tau gak? Ternyata kecelakaan lalu lintas itu adalah penyebab kematian nomor TIGA di Indonesia...! Peringkat pertama penyebab kematian adalah penyakit Jantung, disusul penyakit Stroke yg ada di peringkat kedua.

Dan yang lebih gilanya lagi, penyebab kecelakaan lalu lintas itu 90%-nya gara2 KELALAIAN MANUSIA! Ya entah pengemudinya ngantuk, gak konsentrasi, bawa kendaraannya sradak-sruduk, de el el.

Ini yang menjadi dasar dari Adira Insurance (bukan Adira Finance lho, sekali lagi: Adira INSURANCE), kantor tempatku bekerja, yang di bulan Januari kemarin meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu program: I WANNA GET HOME SAFELY! (IWGHS!)

Program ini mengajak masyarakat Indonesia untuk berjanji, boleh kepada diri sendiri atau kepada orang2 yg dicintai, untuk selalu berperilaku aman di perjalanan, sehingga bisa kembali ke rumah dengan selamat. Berperilaku aman ya termasuk mematuhi rambu2 dan peraturan lalu lintas, misalnya memakai sabuk pengaman, helm ber-SNI, sampai berjalan kaki di trotoar. Tujuan program ini, ingin menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Caranya gimana? Yaitu mengisi formulir atau mengisi Commitment Letter yang berisi janji kita tersebut. Gak akan dipungut biaya apapun kok, karena ini murni program sosial. Terus kalau janji tersebut dilanggar gimana? Tenang aja, gak akan kena hukum dari siapa2 sih... Tapi yang namanya janji, harusnya ya ditepati kan? Lebih ke tanggung jawab moral aja. Toh untuk keselamatan kita juga.

Masih ada lagi nih. Untuk setiap dukungan/janji yang diterima dari masyarakat, Adira Insurance akan menyumbangkan Rp5,000. Ingat, yg mengeluarkan donasi adalah Adira Insurance yaa, bukan dari pendukung program ini. Sekali lagi, yg mendukung program ini gak akan dipungut biaya apapun, hanya cukup memegang janjinya aja utk selalu berhati-hati di jalan.

Lalu uang Rp5,000-nya akan disumbangkan ke mana? Sumbangan itu akan disalurkan kepada para korban kecelakaan lalu lintas yang kurang mampu. Contohnya, seperti acara yang baru2 ini dibuat oleh Departemen-ku, CSR & PR, di mana uang yang terkumpul disalurkan untuk pembuatan kaki palsu, bagi sekitar 70 orang penyandang cacat kaki.


Sedih... Karena sebagian di antara para penyandang cacat itu masih anak-anak, yang bukan selalu karena keteledoran mereka sendiri, mereka jadi korban kecelakaan lalu lintas. Tapi setelah melihat wajah2 mereka yang begitu senangnya mendapat kaki palsu, wuiiiiih... Rasanya ikutan seneeeeeennng banget!

Oyaaa, di acara itu ada Ringgo Agus Rahman lho, yang juga mendukung program ini. Ini dia fotonya, diriku yang berdiri di paling kiri, bareng sama tim CSR & PR. ^_^



Sooo, buat teman2 yang ingin ikut serta mendukung menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, dan membantu para korban kecelakaan untuk mendapat kaki palsu atau kursi roda, yuk langsung bergabung di program I Wanna Get Home Safely!


Setelah itu jangan lupa untuk selalu berhati2 di perjalanan ya, agar kita semua bisa kembali ke rumah dengan selamat. ^_^


Monday, 12 April 2010

10 Months & Valentine's Gift

6 April kemarin, ceritanya saya dan Ode merayakan hari jadi kami yg ke-10 bulan (ciyeeeeh... gaya euy, hehe...). Sebetulnya gak pernah ada kewajiban untuk dirayain setiap bulan sih, tapi dengan sendirinya jadi selalu ada yg spesial aja... Bisa pergi nonton bioskop, atau seringnya makan bareng (berhubung kami berdua sukaaaa banget makan, hehee...).

Di hari itu juga, kami makan malam di sebuah restoran namanya Indah Seafood, di daerah Curug, Kalimalang. Rasa makanannya lumayan enak, terus lokasinya juga gak jauh-jauh amat dari rumah saya di Jatiwaringin, dan rumah Ode di Bekasi Timur (rada jauh juga sih, tapi masih sejalur lah...).

Seperti biasa, kalau makan seafood, yang pertama kali dipesan pasti Kerang Dara rebus. Gak tau kenapa, gak pernah bisa lepas dari yg namanya kerang dara rebus. Kerang Ijo juga suka, tapi lebih sering pesan kerang dara dari pada kerang ijo, apalagi sama saos cabe plus parutan nanasnya... Mmmmm... Yummmyyy...! *bukan Farah Queen yaa*

Habis itu kami juga pesan Udang Saos Padang, Cah Kangkung, dan pastinya makanan favoritnya Ode, Cumi Goreng Tepung... Nyam, nyam... Apalagi digelontor sama Es Jeruk & Es Kelapa Muda, muantaabb...!


Yang rada disayangkan cuma waktu itu pelayanannya agak lama, padahal gak biasa-biasanya juga lama begitu... Itu gara-gara di meja sebelah kami ada keluarga yang pesenannya buanyak banget, dan bulak-balik minta tambah pesenan, ribet banget deh. Gara-gara mereka, lumayan ada beberapa meja yg rada lama nungguin makanannya jadi, termasuk kami, huh... Tapi gak apa2, toh semua terbayar sama rasa makanan yg mak nyuuss...

Teruuus, beberapa hari setelah itu, saya dikasih hadiah spesial sama Ode. Hadiah Valentine yg tertunda katanya, hehe... Mau tau hadiahnya? Ini dia:


Yup, itu adalah Three Strap Necklace Oriflame yg baguuuuuss banget!!! Itu adalah hasil kerja keras Ode di 3 bulan pertama ngejalanin bisnis online yang lagi kami rintis bersama. Huhuhu... Terharu, sekaligus senaaangg...! Terima kasih banyak ya Nod... You're the best!

Happy 10 months anniversary...! ^_^


Wednesday, 7 October 2009

Those Wild Puppies...

Di depan rumah saya ada sebuah rumah kosong. Beberapa minggu yg lalu, ternyata halaman rumah kosong tersebut digunakan oleh seekor anjing liar yg sedang hamil tua untuk tempat melahirkan anak2nya. Hitam dan putih, itu warna si induk anjing, saya sebut saja dia dengan nama Ibu Anjing.

Kemudian lahirlah anak2 anjing itu, ada 5 ekor. 3 berwarna cokelat, 2 hitam. Namun 1 ekor yg berwarna cokelat diambil oleh seseorang yg tidak diketahui identitasnya, semoga untuk dipelihara, bukan dikonsumsi, hiks... Kemudian 1 yg berwarna hitam tanpa sengaja terlindas ban mobil tetangga saya ketika mereka sedang bermain2 di luar. Kasihan... Jadi tersisalah 3 ekor.

Ketika 3 ekor anak2 anjing itu sudah bisa berjalan, mereka sering bermain2 di jalan depan rumah. Bahkan pernah suatu ketika, ketika saya pulang dari kantor dan hendak memasukkan mobil ke garasi, tiba2 salah satu dari mereka muncul dari dalam halaman rumah saya, dan lari terbirit2 menuju tempat mereka di rumah kosong. Tak lama, menyusul 2 saudaranya yg juga lari terbirit2 dari halaman rumah saya menuju rumah kosong. Saya cuma bisa tersenyum. Senang.

Saya memang suka sekali anjing. Ayah saya juga seorang pencinta anjing, begitu pula keluarga besarnya. Rata2 anggota keluarga besar ayah saya memiliki minimal 1 ekor anjing di rumahnya. Bahkan, salah satu sepupunya, memelihara hingga lebih dari 7 ekor anjing.

Di rumah saya juga, sampai saya duduk di bangku sekolah dasar, saya juga sempat memiliki 3 ekor anjing (walaupun tidak dalam satu waktu). Namun karena satu dan lain hal, sejak saat itu sampai sekarang saya tidak bisa lagi memelihara anjing. Setidaknya sampai saya bisa punya rumah sendiri, hehe...

Kembali ke cerita anak2 anjing liar yg berlari terbirit2 melihat saya. Hari Jumat malam, 25 September, hujan amat deras. Seperti biasa, kalau hujan deras dalam waktu yg agak lama, jalanan di kompleks saya akan banjir kira2 sampai 1/3 betis orang dewasa, bahkan bisa lebih. Malam itu, tiba2 saya mendengar suara anjing2 mengaing (maksudnya mengeluarkan suara: "Kaing! Kaing...!"), tepat di bawah jendela kamar saya yg kebetulan menghadap ke halaman depan.

Penasaran, segera saya keluar ke halaman depan. Ternyata, saya menemukan salah satu anak anjing itu, warnanya hitam, sedang berteduh di antara pot-pot bunga. Tubuhnya basah kuyup terguyur hujan. Saya mencoba menangkap untuk membawanya ke dalam rumah. Namun karena dia takut, jadi dia terus menghindar. Pada saat adegan kejar2an itulah, saya tidak sadar kalau saya juga ikut kehujanan.

Ternyata dia terpisah dengan saudara2nya. Ibu Anjing terlihat kebingungan dan mondar-mandir antara rumah saya dengan rumah kosong, tempat anak2nya yg lain tertinggal. Bahkan sampai Ibu Anjing tidak sengaja tercebur di selokan yang tidak terlihat karena banjir. Ibu Anjing pasti bingung, karena anak2nya yg lain terancam tenggelam. Rumah saya dulu sempat direnovasi dan dibuat lebih tinggi, namun rumah kosong itu masih rendah. Jadi kalau jalanan banjir, sudah pasti banjir juga masuk ke rumah itu.

Entah bagaimana, akhirnya Ibu Anjing berhasil menyelamatkan 2 anaknya yg lain, dan dibawalah mereka menuju rumah saya. Mereka berempat berteduh di bawah mobil pick-up ayah saya. Ibu Anjing meringkuk kedinginan, sementara 3 anaknya menyusu dengan lahap. Sebetulnya saya ingin sekali membawa mereka semua masuk ke dalam, memberi makan & susu hangat... Namun ketika saya mendekati mereka, insting si Ibu Anjing menjadi waspada dan menggeram2 ke arah saya. Ibu Anjing tidak ingin saya mendekati anak2nya. Tidak apa2. Setidaknya sekarang mereka terlindung dari hujan & banjir. Setelah itu, saya terserang flu sampai sekitar 1 minggu.

Minggu, 4 Oktober. Di daerah Kalimalang & Jatiwaringin macet total karena banjir. Saya dan Ode baru saja selesai menghadiri acara D'BISTRO yang diadakan DBC Network. Kami makan malam di salah satu restoran fast food 24 jam di Pangkalan Jati Kalimalang. Saya sempat tidak bisa pulang karena di mana2 jalanan tergenang banjir, termasuk di jalanan rumah saya.

Sekitar pukul 21.30 WIB akhirnya saya bisa pulang diantar oleh Ode. Ketika sampai di rumah, refleks saya menengok ke arah rumah kosong. Di situ saya melihat Ibu Anjing sedang tidur. Sendirian. Saya panik. Takut terjadi apa2 terhadap anak2 anjing itu, ketika banjir melanda beberapa saat sebelumnya. Saya mencoba mencari2 anak2 anjing itu, namun tetap tidak ada tanda2nya. Mungkin mereka hanyut, mungkin mereka tenggelam... Sedih... :(

Selasa pagi, 6 Oktober. Ibu Anjing sedang berjalan2 di halaman rumah kosong di depan rumah saya. Tiba2 di sampingnya ada 1 ekor anak anjing hitam. Anak anjing yg sama, yg basah kuyup di antara pot-pot bunga, yg menghindar ditangkap oleh saya di tengah hujan. Dia selamat. Syukurlah...

Tampak senyum pertama saya di pagi itu.

*Gambar diunduh dari sini.

Wednesday, 9 September 2009

My Best Friend's Wedding

Hari ini adalah hari bahagia untuk saya, karena salah seorang sahabat karib saya, Ayu, memasuki babak baru dalam hidupnya. Tepat di tanggal 9-9-2009, Ayu melakukan prosesi sakral ijab qabul di rumahnya di bilangan Kramat, Jakarta Pusat.

Ayu adalah sahabat seperjuangan. Seperjuangan karena kami sama2 kuliah di Unpad Bandung, sama2 satu rumah kos, sama2 main bareng, bahkan sama2 berpartner dalam bisnis. Saya juga salah satu orang yg bisa dibilang terupdate dengan silsilah percintaannya (hehe...), makanya saya bahagia, karena akhirnya dia menemukan belahan jiwanya.

Jadi teringat waktu zamannya kami nge-kos di Bandung (eh... Jatinangor deeeng, hehe...). Dari sejak zaman ospek, bahkan ibunda2 kami sudah lebih dulu akrab. Waktu itu, mamaku dan mamanya Ayu sama2 ikut tinggal di kosan selama sekitar 1 minggu, untuk menemani anak2nya yg lagi ospek, walaupun hanya sekedar memberikan dukungan moril, hehe... Makanya, ketika kami sibuk ospek di kampus, mereka sering ngobrol (gosip???) di kosan, bahkan sampai sekarang mereka juga menjadi sahabat (a.k.a teman curhat, hehe...).

Kami sudah seperti saudara. Entah berapa ratus bahkan ribuan curhatan yg kami bagi, ribuan opini yg kami tukar, susah dan senang dialami bersama2. Tak terhitung malam2 yg kami isi dengan begadang, main game, nyanyi2 sambil main gitar, nonton film (dari VCD sampai DVD bajakan). Belum lagi keluar jam 2 pagi untuk makan indomie kornet keju plus susu Ovaltine dingin (hmmm...), dan pas di bulan Ramadhan, keluar subuh2 ke kantin favorit, rebutan antri dengan penghuni2 dari rumah kos lain.

Ayu adalah orang yg berani dan punya tujuan. Dia adalah orang yg tahu betul apa yg ingin dia capai. Ini salah satu unsur juga mengapa kami bisa bersahabat. Kami memiliki tujuan yg sama, yaitu: INGIN SUKSES!

Bahkan di waktu kuliah dulu, kami selalu aware dengan segala peluang untuk bisa menjadi seorang yg sukses. Makanya kami berdua dulu sempat tergabung dalam beberapa bisnis jaringan, di antaranya adalah F****** Y**** I******** dan pastinya Oriflame. Namun entah karena memang kami kurang mendapat pengetahuan, petunjuk, dan serba-serbi bagaimana cara menjalankan peluang2 bisnis itu, akhirnya sempat tersendat di tengah jalan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan.

Sampai suatu saat saya menemukan DBC Network, salah satu jaringan dalam Oriflame yg unggul dengan fasilitas online-nya, saya langsung memutuskan untuk bergabung. Banyak yg bertanya, mengapa saya mau bergabung lagi, padahal saya pernah gagal sebelumnya?

Pertama, saya percaya pada Oriflame. Saya percaya banyak orang yg sudah meraih keberhasilan dan mimpi2nya dari Oriflame. Oriflame memiliki sistem bisnis yg mudah dan jelas.

Kedua, saya sangat cocok dengan produk2nya. Walaupun saya sempat berhenti menjadi konsultan Oriflame beberapa tahun yg lalu, namun saya tidak pernah berhenti menggunakan produknya.

Ketiga, saya tertarik dengan sistem kerja dan fasilitas online dari DBC Network. Fasilitas onlinenya sangat memudahkan saya untuk menjalankan bisnisnya, bahkan untuk yg punya pekerjaan tetap seperti saya. Sistem online dari DBC memungkinkan saya menjalankan bisnis tanpa harus mengganggu aktivitas saya sehari2.

Dan keempat, saya masih menyimpan baik2 mimpi saya, yaitu menjadi SUKSES!

Setelah saya memutuskan bergabung lagi dengan Oriflame, saya langsung teringat Ayu, dan sangat berniat mengajak Ayu bergabung. Karena saya tahu, Ayu memiliki visi yg sama dengan saya, dan Ayu adalah salah satu orang yg ingin saya ajak sukses bersama2.

Ternyata benar. Di tengah kesibukannya menyiapkan pernikahannya, Ayu langsung setuju dan memutuskan untuk bergabung kembali, dan yang terpenting, memutuskan untuk meraih mimpinya kembali, yaitu menjadi SUKSES!

Kami memilih untuk sukses, dan kami berani untuk sukses.


Friday, 21 August 2009

cin(T)a Memang Gila...

Pertama kali saya mengetahui keberadaan film cin(T)a adalah ketika teman saya, Anom, sharing trailer film tersebut dari YouTube ke FB, dan men-tag saya pada video tersebut. Pertama kali saya menonton Trailer-nya pun, saya sudah terpesona. Terpesona dengan ceritanya, terpesona dengan tampilan gambarnya, sampai terpesona dengan soundtrack-nya.

Saya waktu itu berfikir, ini adalah salah satu film yang harus masuk ke dalam daftar film yg akan saya tonton. Apalagi setelah mengetahui, bahwa film itu sebelum ditayangkan di Indonesia, sudah ditayangkan terlebih dahulu di manca negara, yaitu di Inggris. Film tersebut juga ditayangkan di sebuah festival film Asia (saya lupa nama festivalnya apa) yang diadakan di Yogyakarta. Dalam waktu dekat ini, film tersebut juga akan ditayangkan di Australia. jelas film ini bukan film sembarangan.

Saya sangat excited menunggu film tersebut diputar di Indonesia. Akhirnya, setelah menunggu beberapa bulan, film cin(T)a akhirnya diluncurkan di Jakarta dan Bandung, dan tiketnya dijual untuk umum mulai tanggal 19 Agustus 2009, hanya di Blitz Megaplex GI, MOI, Teras Kota, dan Paris van Java.

Saya dan Ode segera memutuskan harus menonton film tersebut, maka kami menonton pada 20 Agustus 2009 di Blitz Megaplex MOI. Hasilnya??? Luar biasa!!! Mau tahu lebih lanjut mengenai ulasan film cin(T)a? Klik saja: Our Cinema Sanctuary.

Wednesday, 29 July 2009

The Story of SIM Keliling...

Wuiiiih... Sudah lama tidak sempat menengok "rumah" Blues ini, karena kerjaan kantor yg menumpuk (dan super mendesak, uuughh...). Sampai di rumah hanya bisa cek FB sebentar, sedikit chat, lalu langsung tertidur pulas dengan suksesnya. Betul-betul minggu yg melelahkan...

Kali ini saya akan membagi pengalaman pertama saya memperpanjang SIM di layanan SIM Keliling. Sebelumnya saya sudah mencari tahu (via Mbah Google) mengenai perpanjangan SIM di SIM Keliling, dari lokasinya, syarat2 yg harus dipenuhi, dll. Hasil yg saya dapat, layanan SIM Keliling itu praktis, cepat, dan mudah. Hanya cukup siapkan KTP dan SIM asli, pulpen, dan tentu biaya untuk ongkos perpanjangannya. Selain itu tidak perlu menunggu terlalu lama, tinggal isi formulir, menunggu sebentar untuk kemudian difoto, dan "tring!" jadilah SIM baru.

Kenyataannya??? AAARRRRGHHHH...!!!
*mohon tunggu sebentar... Saya perlu menenangkan diri dulu sebelum meneruskan...

.........
............
..................

Oke... Pagi ini saya tiba di layanan SIM Keliling depan kantor polisi Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pukul 09.00 WIB. Layanan tersebut beroperasi pada pukul 08.00-15.00 WIB. Jadi logikanya, kalau saya tiba pada pukul 9 pagi, sebelum jam makan siang saya sudah bisa sampai di kantor lagi. Sebetulnya saya sudah curiga ketika melihat antrian dan kerumunan orang yg cukup padat di sekitar bus layanan SIM Keliling tersebut. Namun dengan penuh semangat dan optimis, saya tetap berharap logika tersebut akan terwujud.

Saya berjalan menuju loket pendaftaran, lalu memberikan SIM dan KTP asli kepada petugas. Ternyata, mereka juga meminta fotokopi SIM dan KTP tersebut. Saya berjalan menuju tempat fotokopi yg juga sudah disediakan, dan membayar Rp2,000 untuk fotokopi dua dokumen.

Setelah menyerahkan fotokopi, saya diminta mengisi sebuah formulir. Celingak-celinguk, saya menuju meja yg tersedia untuk mengisi formulir. Karena semua kursi di sekeliling meja itu terisi penuh, saya pun harus menulis di meja dengan posisi membungkuk. Tiba-tiba, seorang kakek memberikan kursinya untuk saya. Saya sempat menolak, karena saya merasa kakek itulah yg lebih berhak untuk duduk, karena beliau sudah tua dan kemungkinan besar lebih mudah lelah, dibandingkan saya yg masih kuat berdiri (walaupun dengan sepatu hak, hehe...). Namun kakek itu memaksa, dan saya pun duduk dengan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada si kakek.

Setelah memastikan formulir telah terisi lengkap, saya menyerahkannya kembali kepada petugas. Kata si petugas:

"Nanti Mba kembali untuk foto sekitar jam 1 ya..."

WHAAAATTTT??? Jam 1??? Gak salah Paaak??? Berarti saya harus menunggu 4 jam??? Uuuuughh...!!! Teganyaaa...!!!

Yg mengejutkan lagi, tidak lama setelah saya memberikan formulir, tiba2 ada pengumuman bahwa pendaftaran sudah ditutup! Padahal masih pagi lho! Ternyata para petugas SIM Keliling menetapkan, dalam 1 hari tidak menerima lebih dari 100-120 form perpanjangan SIM. Duuh... Kasihan orang-orang yg datang setelah itu, mereka diminta untuk datang lagi besok pagi.

Sebetulnya saya bisa saja pergi dulu ke tempat lain, misalnya ke Kalibata Mall yg tidak jauh dari situ. Namun dalam hati kecil masih berharap, siapa tahu bisa dipanggil sebelum jam 1 siang. Makanya saya (bersama dengan ratusan orang lainnya) tetap menunggu di sekitar bus SIM Keliling.

Satu jam, dua jam menunggu. Saya memperhatikan orang-orang yg dengan penuh harap dipanggil untuk foto. Ada dua orang kakek yg sedang asyik mengobrol, dari pembicaraannya saya tidak sengaja mendengar bahwa salah satunya sudah menggunakan KTP seumur hidup. Hhhmm... Saya jadi teringat kakek saya sendiri, dia juga sudah menggunakan KTP seumur hidup, dan sekarang dia sudah tidak bisa memperpanjang SIM-nya, karena menurut polisi sudah terlalu berbahaya jika dia masih menyetir sendiri.

Selain dua kakek itu, ada juga perempuan berusia 30-an yg tidak henti-hentinya menerima telefon. Telefon genggamnya berdering hampir setiap 5 menit, dan dia menerimanya dengan berbagai macam nada bicara. Kadang resmi, kadang berbisik2, kadang dengan nada memerintah, kadang merajuk. Di sebelahnya, berdiri seorang pria yg juga sibuk dengan telefon genggamnya, namun bukan digunakan untuk berbicara melainkan untuk bermain game. Lalu ada pria dan wanita yg sepertinya sepasang kekasih. Sang pria berdandan necis, gaya, begitu juga wanitanya. Sang wanita sangat terlihat sewot dan tidak sabar menunggu giliran dipanggil.

Yang paling mengesalkan adalah ketika ada seorang petugas yg masuk ke dalam bus sambil membawa formulir. Tak lama kemudian ia keluar, memberi kode memanggil kepada seseorang, dan berbisik kepada orang itu:

"Langsung masuk aja Pak, langsung foto."

Maksudnya??? Bukannya petugas sudah tidak menerima formulir baru? Lalu kenapa formulir baru itu bisa dibawa masuk, dan orangnya langsung difoto pula? Uuuughhh...!!!

Akhirnya jam 1 pun datang. Tapppiiii.... Saya tetap tidak dipanggil2!!! Keringat sudah mengucur, panas matahari menyengat... Belum lagi aksi rebutan kursi yg jumlahnya tidak memadai dibandingkan dengan orang yg menunggu. Sempat di suatu waktu, SELURUH wanita yg ada di situ BERDIRI! Tidak ada satupun wanita yg diberikan tempat duduk. Yg duduk seluruhnya pria, mayoritas masih muda. Duuuh... Bahkan dua orang kakek yg saya lihat sebelumnya pun juga masih tetap berdiri. Mungkin mereka semua yg duduk menganggap serius yg namanya emansipasi wanita (dan emansipasi orang tua juga ya?).

Masih berusaha sabar... Sekitar jam 1/2 2 lewat, saya pun akhirnya mencoba bertanya kepada petugas, berapa lama lagi saya akan dipanggil?

"6 orang lagi ya Mba"

Oke... Akhirnya saya dipanggil pada pukul 2 lewat 15 menit. Saya betul2 penasaran, apa hal yg membuat prosesnya menjadi sedemikian lama. Saya masuk ke dalam bus yg disulap menjadi studio foto mini, lengkap dengan sebuah perangkat komputer untuk memasukkan data. Di situ juga terdapat alat scanner sidik jari, dan mesin cetak SIM. Ketika saya duduk, seorang petugas masih sibuk memasukkan data2 yg saya tulis di form berjam-jam sebelumnya.

Naaah... Ini dia yg membuat prosesnya lama. Ternyata para petugas tidak memiliki cukup sumber daya dan alat untuk mempercepat proses. Coba saja jika terdapat 1 atau 2 orang lagi yg bertugas memasukkan data ke sistem, sehingga ratusan form dapat diselesaikan dengan cepat. Setelah itu, baru orang2 dipanggil untuk langsung foto beserta data yg sudah lengkap tersedia.

Tidak sampai 1 menit setelah data lengkap, scan sidik jari dan tanda tangan, lalu difoto, SIM langsung jadi dan bayar Rp110,000. Fiiuuuh... Sebuah perjuangan yg melelahkan.

Tips untuk teman2 yg ingin memperpanjang SIM di SIM Keliling:
  1. Pastikan bahwa SIM masih berlaku (tidak lewat masa berlakunya)
  2. Cek lokasi SIM Keliling di hari itu, bisa telp ke no (021) 523 4001/02/03/04
  3. Bawa KTP asli dan SIM asli, beserta fotokopinya
  4. Bawa pulpen supaya tidak perlu meminjam2
  5. Datang sepagi mungkin (pukul 08.00 WIB)
  6. Bawa bahan2 bacaan, IPod/MP3 player, Laptop untuk mengisi waktu mengantri. Jangan lupa bawa payung jika tidak tahan panas terik matahari, bisa juga dipakai kalau tiba2 hujan.

Saturday, 18 July 2009

Presents from NEW FRIENDS...!

Hari ini adalah hari pertama long weekend bagi hampir semua orang, tapi tidak bagi saya. Karena harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah lewat dari due date, sehingga dapat dipastikan saya akan sibuk hingga hari Senin. Namun tak apa, karena memang tanggung jawab saya untuk menyelesaikannya. Special thanks to Ode, yg sudah sangat membantu sehingga mempercepat proses kerja yg sangat menguras pikiran ini.

Dalam kesempatan yg sempit ini, saya akan memposting berita gembira. Pertama, adalah berita mengenai kemenangan saya dalam kuis yang diadakan oleh Mba FentyFahmi, dan award yang saya peroleh dari Bli Gede Umar.

Mengenai hal yg pertama, berawal dari beberapa pekan lalu ketika saya menerima SMS dari Quinie, yang mengabarkan bahwa di blog FentyFahmi terdapat sebuah kuis mengenai film. Mungkin karena Quinie menganggap saya seorang penyuka film, ia berinisiatif menginformasikan hal tersebut kepada saya.

Saya pun penasaran, kemudian menuju TKP. Mba Fenty membuat sebuah posting mengenai niatnya untuk membagikan sejumlah oleh-oleh, yaitu: boneka2 maskot PON Kaltim beberapa waktu lalu, dan beberapa gantungan kunci manik-manik khas Kalimantan. Untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut, syaratnya adalah menebak judul film dari 10 foto adegan2 film yang terpampang.

Saya pun menjadi tertantang dan memutuskan untuk mengikuti kuis tersebut. Saya lalu berkenalan dengan Mba Fenty dan memohon izin untuk mengikuti kuisnya (semoga Mba Fenty gak tersinggung nih, baru pertama kali mampir tapi berani2nya langsung ikutan kuis, hehe...).

Satu-persatu saya coba untuk menjawab judul filmnya (penuh dengan rasa optimis jawabannya pasti benar, karena hampir semua sudah saya tonton filmnya, hehe...). Namun, saya mengalami kebuntuan pada film nomor terakhir, yaitu nomor 10. Kesulitan yg saya alami karena saya belum pernah menonton film tersebut, juga tidak mengetahui nama aktor dan aktris yang berperan. Setelah beberapa waktu berfikir (sampai sempat pusing dan geregetan karena penasaran), akhirnya saya menyerah, dan menjawab dengan jawaban sebisanya.

Beberapa waktu berlalu, sampai hari Senin kemarin ada sebuah pesan di Shoutbox saya dari Mba Fenty, yang mengabarkan bahwa saya adalah salah satu pemenang kuisnya...! Ternyata walaupun masih ada jawaban yg salah, Mba Fenty berbaik hati untuk tetap menjadikan saya sebagai salah satu pemenang. Horeeeee...!!! Terima kasih Mba Fenty yang baik...!!!

Bagi yg penasaran, inilah hadiah2 yg saya terima beberapa hari yg lalu, datang dari Surabaya:



Mengenai hal yg kedua, adalah hadiah yg amat saya tidak sangka2 sebelumnya. Beberapa hari yg lalu, saya menerima berita di comment box dari Bli Gede Umar, bahwa ia menghadiahkan sebuah award untuk saya! Terus terang saya kaget, karena bisa dibilang saya belum lama berkunjung ke rumah Bli Gede, namun saya sudah mendapat award dari beliau! Sekali lagi saya bertemu dengan sahabat blogger yg amat bermurah hati... Ini dia awardnya:


Sebuah award yg unik, namanya award Profesional Bermoral. Award ini sangat berarti bagi saya. Mengutip Bli Gede, award ini diberikan kepada saya karena beliau menganggap blog saya tetap menjunjung nilai-nilai moral dengan artikel-artikel yang bermanfaat sehingga sering dijadikan rujukan guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di dunia blog. Wadaww... Sebuah kehormatan yg amat tinggi untuk dapat menerima award ini.

Namun bagi saya pribadi, award ini bernilai penting, karena mengingatkan saya untuk menjaga keprofesionalan dalam pekerjaan sehari2 di kantor. Sangat sesuai dengan kondisi saya saat ini, yang sedang berusaha untuk menyelesaikan tanggung jawab atas pekerjaan saya.

Di atas semua itu, saya bersyukur mendapat sahabat2 blogger baru. Ternyata memang benar, nge-blog dapat memperluas persahabatan, pergaulan, belum lagi nilai-nilai berharga lainnya yg ternyata bisa didapatkan dengan blogging. Sekali lagi, terima kasih banyak Sahabat!

Wednesday, 15 July 2009

Happy 25th B-Day, Ari (bukan Ariyanti)

Seorang pria berkulit putih, berbadan tidak terlalu tinggi, berambut gelombang, terlihat sedang sibuk mengambil gelas dari meja2 kerja. Seringkali ia terlihat menenteng kantong plastik berisi makanan yg dititipkan para karyawan untuk makan pagi, makan siang, cemilan sore, hingga makan malam.

Ari Fadillah, nama pria itu. Seorang Office Boy (OB) di kantor tempat saya bekerja. Sehari2nya pria asal Lampung itu bekerja melayani dan membantu para karyawan, dari sebelum karyawan tiba di kantor, hingga setelah mereka semua pulang. Tulus, giat bekerja, murah senyum, senang bercanda, dan riang gembira. Ia juga senang menonton acara live music yang sedang marak ditayangkan di stasiun2 televisi nasional. Tidak hanya menontin di televisi, namun ia rela menontonnya di mall tempat biasa acara2 tersebut digelar. Ingin tahu mengenai gosip artis (maupun gosip politik) yg sedang "panas"? Tanya saja kepada Ari yang selalu ter-update.

Kemarin, 14 Juli 2009, ia berulang tahun ke-25. Dalam rangka ulang tahunnya, ternyata ia membawakan dua jenis keripik singkong pedas, satu bumbu bubuk cabai kering, dan satu lagi dengan bumbu padang, yang khusus ia buat sendiri dibantu oleh tantenya, untuk para karyawan. Rasanya? Luar biasa nikmat!

Sore harinya, beberapa karyawan membuat kejutan untuknya. Mereka membeli kue tart kecil lengkap dengan lilin di atasnya. Ketika ia masuk ke ruangan, kami menyanyikan lagu "Happy Birthday" sambil bertepuk tangan dan memintanya untuk meniup lilin ulang tahunnya sambil mengucapkan keinginannya dalam hati. Senyumnya merekah bahagia, kami pun terharu.

"Selamat Ulang Tahun, Ari. Semoga dirimu panjang umur, dan terima kasih sudah mau kami susahkan (bahkan sering melelahkanmu) selama ini. Terima kasih banyak, semoga sukses...!"

Monday, 13 July 2009

The Lowest Point and Do You Still Remember?

Hhhhh... Hari yg cukup berat dan menguras mental. Yup, betul... Menguras mental, bukan tenaga. Namun akhirnya saya pun mengetahui, ternyata mental yg terkuras pun bisa SANGAT mempengaruhi kondisi fisik (belum lagi mood).

Dampaknya pun bisa lebih parah dari pada hanya kelelahan fisik. Kelelahan fisik dapat diobati dengan beristirahat dan tidur. Namun mental? Butuh sesuatu yg harus bisa meningkatkan spirit dan mood, yang mana hal itu tidak gampang.

Jumat lalu, tiba2 PC saya di kantor ngambek. Awalnya terjadi penurunan tegangan listrik yg menyebabkan beberapa PC mati total. Namun setelah listrik normal, PC-PC yg lain bekerja seperti sedia kala, kecuali milik saya. Bahkan untuk masuk ke sistem operasi pun tidak bisa. Ananta, si IT Officer, segera datang membantu. Namun setelah dicoba berbagai macam cara, tetap saja PC saya ngembek. Sampai akhirnya, PC saya harus "opname" dan dibawa ke kantor pusat untuk diperbaiki.

Sejak itu, saya mengerjakan pekerjaan saya secara manual. Yang membuat saya agak stres, pekerjaan itu menuntut gerak cepat karena sudah dikejar deadline. Hal itulah yg membuat saya memasang status di Facebook tadi pagi: "@ the lowest point of my life." Seharian saya lebih banyak diam, mencoba melakukan apa yg bisa saya lakukan. Ingin menangis, tapi percuma. Menangis tidak akan menyelesaikan masalah saya.

Namun, karena ketanggapan yg tinggi dari para Officer IT di pusat, akhirnya sore tadi PC saya selesai diperbaiki. Masih ada waktu mengejar ketinggalan. They are truly my Heroes...!

Untung saja, di tengah2 nge-dropnya mental hari ini, ada kabar baik datang. Sebuah paket kiriman yg saya tunggu2 akhirnya tiba. Sesuatu yg baru, yg hendak saya coba rintis kembali setelah dahulu pernah gagal, saya akan coba sekali lagi. Thanks to Sis Natazya... Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, akan saya share pada postingan saya yg lain ya...

Di perjalanan pulang, seperti biasa saya pulang bersama2 Ode, Tiwow, Ananta, dan Cici. Entah dimulai dari siapa, kami mencoba mengetes ingatan masing2 mengenai hal2 yg didapatkan sewaktu masih di bangku sekolah. Misalnya:

Tiwow: Hayo, masih ingat gak sila ke-4 Pancasila?
Ananta: Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dalam permusyawaratan & perwakilan!
Tiwow: Kalo sila ke-5?
Ananta: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!
Tiwow: Kalau sila...
Ananta: (menyebutkan sila ke-1, ke-2, dan ke-3 dengan sukses... Bagooosss...)
-----------------------------------------------------------------
Tiwow: Kalau teks Proklamasi?
Ananta, Yanti, Ode: PROKLAMASI (dengan nada dimirip2kan dgn Bung Karno). Kami, bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia...
Yanti: Dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan, dan pri keadilan...
Cici, Ode, Ananta, Tiwow: Yeeeeee....!!! Itu sih Pembukaan UUD!
(Selanjutnya, Ananta melanjutkan isi teks Proklamasi dengan sukses... Bagoooosss...)
-----------------------------------------------------------------
Yanti: Kalau gitu coba Pembukaan UUD!
Tiwow, Ode, Cici, Yanti, Ananta: PEMBUKAAN. Bahwa, sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.
..................
.....
............ (semua pada lupa)

(dilanjutkan dengan men-skip satu paragraf)
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini KEMERDEKAANNYA (ngomongnya pada keras, soalnya paling hafal bagian itu saja).

Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan... (Lho??? Kok ngulaaaanggg...???)

Karena tes mengenai Pembukaan UUD 1945 gagal, kami pun ngobrol ngalor-ngidul mengenai hal2 lucu. Termasuk pengakuan Tiwow yg dulu sempat jadi juara menyanyi lagu2 perjuangan yg jadul (abis...), tapi suara merdunya berubah ketika dia akil balig. Wait... Akil balig? Elo kan cewek Wow??? Kenapa cewek kalo akil balig suaranya malah tambah nge-bass? Wehehehe...!

Intinya, keterpurukan mental saya akhirnya berhasil "disembuhkan" oleh orang2 yg saya sayangi. How lucky I am, surrouded by great people... Thank you so much!

PS: Nod, thank you so much for your support and caring... You really are... Special... :)

Sunday, 5 July 2009

My First 3D-Movie Experience

Teman2 sudah mencoba menonton film 3 Dimensi (3D) di bioskop? Saya yakin pasti ada yang sudah, namun pasti juga ada yg belum. Saya sudah lama ingin mencoba menonton film bioskop 3D, namun akhirnya kesampaian juga pada Kamis (2 Juli) yang lalu.

Film 3D pertama kali yg saya tonton adalah Ice Age: Dawn of the Dinosaurs. Bagi yg ingin tahu ulasan filmnya, sudah saya posting di Our Cinema Sanctuary. Sebetulnya ide untuk menonton film ini sangat spontan. Awalnya Ode yang mengajak saya menonton sekuel ketiga film Ice Age tersebut. Setelah saya tengok ke website Blitz Megaplex, ternyata di sana memutar film tersebut namun dalam format 3D. Saya pikir, sepertinya ide yang bagus untuk mencoba menonton film 3D untuk pertama kalinya.

Sepulang dari kantor saya langsung meluncur ke Blitz Megaplex Grand Indonesia. Saya tiba sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung menuju konter pembelian tiket. Bersyukur, karena untuk pertunjukan berikutnya kursi masih tersedia sekitar 50% dari kapasitas, termasuk beberapa kursi di bagian atas. Kursi dipilih, transaksi jual beli berjalan, menghasilkan dua tiket di posisi barisan ke-dua dari belakang. Perfect.

Mendekati jam pertunjukan, saya dan Ode membeli camilan untuk dinikmati sambil menonton film. Kami membeli paket 1 porsi Pop corn berukuran besar dan dua buah air mineral. Yang kami suka dari Blitz Megaplex adalah bisa membeli 1 porsi Pop corn dengan dua rasa yang berbeda: salty (kesukaan saya) dan caramel (kesukaan Ode), jadi tidak perlu membeli 2 porsi pop corn untuk mengakomodir kesukaan kami yg berbeda.

Kami juga membeli snack ala Meksiko, Nachos with Cheese. Ooohhh... This food is very recommended! Keripik berbentuk segi tiga dengan bumbu keju cair yg lezat. Tidak heran jika snack tersebut tidak dapat menyelamatkan dirinya, bahkan tidak sempat masuk ke dalam studio karena sudah kami lahap habis, xixixixi...

Ketika masuk ke studio, kami diberikan (ups... maksudnya dipinjamkan) kaca mata hitam untuk digunakan ketika menonton film. Ternyata kaca matanya didesain tanpa penyangga hidung tambahan, jadi kaca matanya akan terus-menerus merosot dengan sukses dari hidung saya yang pesek, hehe... Tapi hal itu tidak akan menghalangi semangat saya menonton film 3D.

Ketika filmnya dimulai, terdengar decak kagum dari para penonton, termasuk juga saya. Efek yang ditimbulkan menurut saya cukup luar biasa dan memanjakan mata. Dengan format 3D, terlihat seperti ada jarak antara para tokoh dengan latar belakangnya, sehingga tokoh2nya terlihat menonjol seperti sedikit berada di luar layar film. Karena efek ini, adegan2nya terlihat lebih menarik dan lebih seru, terutama untuk adegan2 jatuh ke jurang, berayun di antara pepohonan, dsb. Oh ya, film ini tidak dilengkapi dengan teks kemungkinan karena perihal teknis 3D-nya.

Harga tiket film 3D ini memang lebih tinggi dari pada harga film biasa. Di Blitz sendiri, harga tiket filmnya adalah Rp50,000 (Senin-Kamis) dan Rp100,000 (Jumat-Minggu/Hari besar). Namun untuk mendapatkan pengalaman unik dan seru, mengapa tidak dicoba?

Well, itulah pengalaman menonton film 3D pertama saya. Sekarang (mumpung sempat) mau blogwalking dulu ah...

Wednesday, 1 July 2009

"Our Cinema Sanctuary" is Launched!

Bersama ini kami sampaikan, bahwa Blog baru berjudul Our Cinema Sanctuary resmi diluncurkan pada hari ini, Rabu 1 Juli 2009 di Jakarta. Blog ini diresmikan oleh dua orang blogger (yang suka mencoba-coba dan bereksperimen), yang juga disaksikan oleh para rekan-rekan sesama blogger yang membaca posting ini.

Our Cinema Sanctuary dibuat atas keinginan dua blogger pecinta film, yang memiliki hasrat untuk berbagi pendapat dan bertukar fikiran mengenai film-film yang beredar di Indonesia, bahkan di dunia. Our Cinema Sanctuary dibuat tanpa bermaksud mengandung unsur-unsur pemaksaan kehendak atau pendapat kepada para pembacanya, namun hanya memberikan salah satu pertimbangan di antara banyak pendapat mengenai film. Pada akhirnya, pembaca tetap bebas untuk memilih, apakah setuju ataupun tidak setuju dengan ulasan yang kami buat dalam Our Cinema Sanctuary.

Beberapa postingan yang ada di Our Cinema Sanctuary merupakan postingan yang sudah kami buat sebelumnya di blog-blog kami, khususnya yang mengenai ulasan/review film. Selain itu, kami memohon maaf jika di Our Cinema Sanctuary masih ada fungsi2 yang belum sempurna, yang akan kami perbaiki seiring dngan perkembangannya.

Sekian informasi yang kami sampaikan. Mohon maaf jika terdapat kata2 yg tidak berkenan, dan terima kasih banyak atas perhatiannya.

Selamat menikmati...!


PS: Hehehhee... Saking seringnya bikin pembukaan buat launching di kantor, malah kebawa2 sampai ke sini, xixixii...

Sunday, 28 June 2009

My Mangatar!

Beberapa waktu lalu saya blogwalking ke rumah Maya, dan menemukan sebuah postingan menarik, yaitu cara membuat Mangatar! Setelah dicoba, ternyata lucu, lho... Kita bisa membuat replika diri, atau berimajinasi membuat sosok-sosok menarik lainnya. Ini bisa berguna juga kalau teman-teman mau uji coba penampilan baru, tatanan rambut baru, dll, yg kira2 bakal cocok.

Mau tau hasilnya? Ini dia hasil replika diriku:


Mengapa ada dua? Sebetulnya yang berbeda hanya tatanan rambutnya saja. Rambutku sering dikuncir ekor kuda, tapi sering juga dibiarkan tergerai. Gambar background-nya, karena saya suka menonton film, sudah pasti pakai gambar bioskop, hehe... Image ini juga bisa dipakai oleh teman2 untuk image di Yahoo Messenger, FB, dll.

Jadi, selamat mencoba!

Thursday, 25 June 2009

Back to Our Childhood...

Sepertinya semua orang yang tinggal di Jakarta, atau pernah ke Jakarta, pasti sudah tahu mengenai macetnya kondisi jalan. Saya kebetulan seorang pengendara mobil pribadi, yang sudah tentu sangat, sangat, dan sangat familiar dengan kondisi jalan yang bukan lagi tidak bersahabat, tapi sudah sampai taraf adu jotos, dan selalu punya masalah dan mengutuk kemacetan (padahal saya mungkin salah satu yang menuh-menuhin jalan, xixixi).

Dari pada bete menghadapi macet, saya sering mengakali dengan mencari kesenangan sendiri. Yang paling sering adalah mendengarkan radio atau memasang CD (bajakan) sampai volume hampir pol, lalu ikut bernyanyi keras-keras (mumpung sendirian). Untungnya kalau pulang dari kantor, hampir selalu ada yang menemani saya. Biasanya sih beberapa teman kantor yang rumahnya searah, termasuk salah satunya Ode. Mereka inilah yang selalu setia menemani waktu berjuang di tengah kemacetan (walaupun tetap disertai umpatan-umpatan, hehe...). Fiuuuuhh...

Akhir-akhir ini kami punya kebiasaan baru. Untuk menghibur diri dan mengusir bete, kami punya satu permainan. Sebenarnya ini permainan waktu masa kecil dulu, mungkin waktu jaman masih es-de. Caranya gampang: kalau kita melihat plat kendaraan bermotor jenis apapun yang bernomor kembar (misalnya: B 2055 KB), kita harus cepat2 menyebutkan dua angka kembar tersebut, sambil memukul/menepuk lawan main. Contohnya:

Yanti: ................... (sedang menyetir)
Ode: (melihat plat nomor B 2055 KB) Lima-lima...!!! (sambil memukul tangan saya)

Konyol? Pasti...! Buang-buang waktu? Mungkin... Tapi buktinya bisa jadi permainan seru. Karena pada umumnya manusia tidak ingin dikalahkan dalam sebuah permainan, apalagi sampai sering2 kena pukul karena tidak jeli melihat nomor plat kendaraan. Jadilah kami berlomba-lomba mencari plat nomor kembar sebanyak-banyaknya supaya tidak keburu kena pukul dari lawan main.

Plat nomornya bisa berupa plat nomor mobil, motor, bahkan bajay. Tapi lama-kelamaan, semakin improvisasi. Contohnya seperti dua hari yang lalu:

Yanti, Ode, Ananta, dan Tiwow: .............. (celingak-celinguk merhatiin plat nomor)
Yanti: (melihat plat B xxxx NN) NN!!! (pukul tangan Ode)
Ode: Loh, itu kan huruf bukan angka!
Yanti: Biarin, yang penting kembar!
Ananta: Yaaahh... Jangkauan diperluas!

Atau begini:

Ananta: BB!
Yanti, Ode, Tiwow: Mana? Mana?
Ananta: Tuh, di Busway... BBG, Bahan Bakar Gas!
Yanti, Ode, Tiwow: Yaaahh...
Ananta: OO! Merk buswaynya: Daewoo!!! Wahahaha!!!

Yang ini lagi:

Yanti: Kosong-kosong!
Ode, Ananta, Tiwow: Manaa???
Yanti: Tuh, nomor telepon di billboard iklan!
Ode, Ananta, Tiwow: Hallaaahh..!!!

Akhirnya, semua hal bisa dijadikan bahan untuk memukul. Dari mulai mobil ber-plat merah, bajay yang punya antena (atau tangkai/sungut) di depan, pokoknya semakin mengada2. Sampai akhirnya permainan terhenti karena lampu termostat Aiyo (panggilan sayang untuk mobil Suzuki Aerio saya) yang berwarna merah berkedip2, tanda bahwa mesinnya overheat. Alhasil, keesokan harinya Aiyo saya harus masuk "rumah sakit" karena harus ganti selang radiator.

Hari ini, karena kemarin sore Aiyo saya sudah sembuh, saya kembali membawa mobil. Kali ini di perjalanan pulang, ada permainan tambahan (pastinya permainan nomor dan huruf kembar masih tetap berlaku ). Permainannya adalah: A-B-C Lima Dasar! Pasti sudah pada tahu juga kan? Kita harus menyebutkan sesuatu yg diawali huruf tertentu. Sesuai kesepakatan, kali ini yg disebutkan adalah nama2 hewan, boleh bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Namun lagi2, improvisasi tetap pegang kendali:

Huruf "U"
Ananta: Udang!
Ode: Ular!
Yanti: ........... UNICORN!
Ode: Itu kan gak ada!
Ananta: Itu mitooooosss...!!!
Yanti: Biarin... Makhluk mitos juga berlaku, hehehe...!
Ananta: Oke, kalo huruf P jawaban gw PEGASUS!

Huruf "F"
Ananta: Flamingo!
Ode: Flipper!
Yanti: ................ (bingung)
Ode: Fanda & Ferapah!
Ananta, Yanti: Jiaaaaahhhh....!!!

Huruf "J"
Yanti: Jerapah!
Ananta: Jangkrik!
Ode: Jirraffe! Bwahahahaa!!!
Yanti: (Jirrafe??? Giraffe kaleee...! xixixi)

Tiba-tiba, lagi2 indikator termostat Aiyo berkedip2 merah setelah mengisi bensin. Ternyata selang radiator yang baru diganti tiba2 lepas dari sambungannya, sampai saya harus memanggil mekanik bengkel langganan saya untuk memperbaiki sambungan selangnya. Kabar buruk, sang mekanik bilang, kemungkinan radiator Aiyo tersumbat jadi harus segera dikuras. Aaarrrgggghh...!!!

Ananta: Kapok ah main yg aneh2 lagi, buntut-buntutnya mobil lo jadi "protes" kayak gini... (jiiaaahhh...!!!)

Well, how about you? Apa yang kamu lakukan kalau sedang ada di tengah kemacetan?

Tuesday, 23 June 2009

Easy Trip to Ujung Genteng - Day 2

Menyambung posting saya yang berjudul Easy Trip to Ujung Genteng - Day 1 tempo hari, sekarang adalah cerita mengenai hari ke-2 saya berlibur di sana. Tanpa berpanjang lebar lagi, ini dia informasinya:

Day 2

Di hari kedua, sekitar pukul 08.00 WIB Pondok Adi menyediakan sarapan dengan menu nasi uduk. Sebetulnya menurut jadwal rekomendasi dari Pak Adi, sebelum sarapan (sekitar pukul 05.00 WIB) kami bisa pergi ke Cagar Alam Semenanjung Ujung Genteng, untuk trekking dan menikmati sunrise. Namun apa daya, godaan untuk tetap meringkuk & bermalas2an datang lebih kuat, hehehe...

Setelah sarapan dan mandi pagi, sekitar pukul 09.30 WIB kami check-out dari Pondok Adi, namun tidak untuk langsung pulang, melainkan menuju 3 tempat wisata lainnya, yang sejalan dengan perjalanan pulang. Seluruh tempat wisata tersebut dapat dicapai dengan mobil.

Pertama, kami pergi ke Dermaga Batere, yaitu dermaga di Ujung Genteng yg merupakan Dermaga peninggalan Jepang. Lokasinya tidak jauh dari Pondok Adi. Kondisi pantai dan airnya cukup bagus, tenang, dan pemandangannya sangat cantik, juga aman untuk anak2 berenang.



Kedua, kami menuju kompleks villa Amanda Ratu. Di sana terdapat pemandangan indah yaitu "Mini Tanah Lot", berupa batu karang di tengah2 antara muara & laut yang bentuknya menyerupai pura Tanah Lot di Bali. Namun bedanya, tanah Lot di bali berupa pantai, Mini Tanah Lot Amanda Ratu ini terletak di muara yang tidak dapat dicapai oleh pengunjung. Tempat yg bagus untuk berfoto & bersantai sambil duduk di taman rumput.


Ketiga, tadinya kami berencana mengunjungi Goa Gunung Sungging untuk melihat stalaktit. Namun karena keterbatasan waktu (dan budget, hihi...), kami memutuskan untuk batal mengunjungi Goa tersebut dan langsung menuju tempat wisata berikutnya. Untuk Anda yg berminat mengunjungi Goa Gunung Sungging, Anda akan dikenakan retribusi sebesar Rp2,000/orang, dan Rp100,000 untuk menyewa 1 orang guide/pemandu.

Setelah batal ke Goa Gunung Sungging, kami langsung bertolak ke tempat wisata berikutnya yaitu Air Terjun Cikaso. Sebetulnya dari tempat parkir mobil menuju air terjun jaraknya tidak terlalu jauh, namun karena tidak ada akses, kami harus menyewa perahu untuk menuju air terjun. Harga menyewa perahu (PP) sebesar Rp70,000/perahu, cukup untuk 7-12 orang. Selain itu, retribusi juga dikenakan sebesar Rp2,000/orang.

Hasilnya? Luar biasa...! Air terjun Cikaso sangat indah dan cantik...! Terdiri dari 3 buah air terjun, 2 di antaranya air terjun besar, dan 1 air terjun yg lebih kecil. Airnya jernih, sangat menggoda untuk terjun dan berendam. Jadi jangan lupa untuk membawa pakaian cadangan, karena meskipun tidak berendam, kemungkinan besar pakaian kita akan basah terkena cipratan air terjun yg besar.


Di sana kami juga makan siang berupa nasi kotak yg sebelumnya sudah dibekali oleh Pondok Adi. Makan siang di tengah alam sambil menikmati pemandangan air terjun... Menakjubkan...!

Sekitar pukul 13.30 WIB kami bertolak dari Cikaso menuju Jakarta. Kami melewati jalur Cikidang, Sukabumi, melewati perbukitan Kelapa Sawit. Lagi-lagi, sangat direkomendasikan untuk menggunakan supir yg berpengalaman dan mengetahui medan, karena jalanan yang dilalui amat sulit, sempit, dan berkelok-kelok. Kami kembali tiba di Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB.

Kesimpulannya, sebuah liburan yg singkat (hanya 2 hari 1 malam), namun padat & penuh kesan.

Berikut Tips mudah untuk keseluruhan liburan yg di-manage Pondok Adi:
  • Buat kesepakatan dengan Pondok Adi mengenai harga paket penginapan, makanan, dan transportasi. Jika memungkinkan, Pondok Adi juga akan menyediakan paket hemat yg sudah termasuk hal2 tersebut, PLUS dengan kunjungan2 & transport ke objek2 wisatanya.
  • Minta rekomendasi tempat2 wisata ke manajemen Pondok Adi. Rekomendasinya lengkap dengan jadwal komplit, sehingga kita tinggal berpatokan pada jadwal tersebut, dan memudahkan kita untuk mengatur waktu.
  • Bawa makanan tambahan/snack dan minuman. Jika perlu bawa kompor portable serta panci untuk memasak indomie, air panas, dll.
  • Supaya tidak terlalu lelah, disarankan mengambil paket 3 hari 2 malam.
  • Bawa obat2an pribadi & lotion penolak nyamuk
  • Jangan ragu bertanya kepada petugas Pondok, mengenai kondisi cuaca, situasi sekitar, terutama jika akan mengunjungi tempat2 wisata tertentu
  • Bawa pakaian cadangan yg cukup serta jaket untuk menahan angin dingin di malam hari
  • Have fun & relax, n ENJOY...!

Info Ujung Genteng:
Info & Reservation: Bp. Adiwinata - 0818101159
PONDOK ADI - Rumah Desa Tepi Pantai
Ujung Genteng