Ingin tahu ulasan mengenai film-film lama hingga yang terbaru? Ingin tahu film-film apa yang wajib ditonton dan yang tidak? Jangan lupa kunjungi Our Cinema Sanctuary, blog berisi review2 film (yg pastinya sudah saya tonton, hehe...). See you there...!!!

Monday, 30 January 2012

Bau Mulut? Oh, No!


Foto diambil dari sini

Semua orang menderita jika memiliki bau mulut (istilah medisnya dikenal sebagai halitosis). Tembakau dan makanan seperti pasta bawang putih, bisa merubah nafas segar menjadi berbau tak sedap. Tetapi menyikat gigi yang tidak tepat juga bisa menjadi biang keladinya.

Menyikat gigi dengan benar sangatlah penting karena perawatan mulut yang ceroboh dapat meninggalkan partikel makanan di dalam rongga mulut dan gigi. Hal ini dapat menyebabkan terkumpulnya bakteri yang dapat mengakibatkan bau mulut. Merokok juga mengeringkan mulut Anda, yang berarti menjadi hanya sedikit air liur yang tersedia untuk membersihkan sisa-sisa makanan dan bakteri. Hasilnya adalah halitosis. Halitosis juga dapat disebabkan oleh makanan seperti bawang putih dan bawang bombay, karena setelah makanan dicerna dan diserap ke dalam aliran darah, akan terbawa ke paru-paru, di mana Anda akan terus menghembuskan aroma nafas sampai aroma tersebut hilang dari tubuh Anda. Untuk beberapa jenis makanan, dapat memakan waktu hingga 72 jam!

Memakan permen mint atau berkumur dengan obat kumur dapat menutupi bau mulut, namun hanya sementara. Untuk mencegah halitosis, cobalah tips ini:
  • Sikat gigi Anda setidaknya dua kali sehari, selama dua sampai tiga menit pada satu waktu, dan jangan lupa untuk menyikat lidah Anda. Bahkan lebih baik lagi, gunakan pembersih lidah yang banyak tersedia di toko obat, karena lidah seperti spons, pembersih lidah tersebut akan menghilangkan bakteri lebih banyak dari sikat gigi Anda. Ganti sikat gigi Anda setiap tiga sampai empat bulan. Untuk menghilangkan sisa makanan di antara gigi, gunakan dental floss/benang gigi sehari-hari. Jika Anda memakai gigi palsu, lepaskan dan bersihkan secara teratur setiap hari.
  • Minum banyak air untuk merangsang aliran air liur dan menjaga kelembaban mulut Anda. Anda juga dapat merangsang air liur dengan permen karet atau mengisap permen keras tanpa gula.
  • Jangan merokok. Jika Anda ingin membantu menghilangkan kebiasaan itu, tanyakan kepada dokter atau dokter gigi untuk merekomendasikan program berhenti merokok.
  • Katakan "tidak, terima kasih" untuk bawang putih, bawang merah, dan makanan lainnya yang memiliki bau yang kuat.
  • Lakukan perawatan gigi secara teratur. Temui dokter gigi Anda setidaknya dua kali setahun agar gigi Anda diperiksa dan dibersihkan. ***

Saturday, 28 January 2012

Mengenal Hiperpegmentasi


Foto: http://banjarmasin.tribunnews.com/photo/2011/07/8331fbb9a956fba4a9da38a9b5afff58.jpg
Hiperpegmentasi adalah bintik hitam yang disebabkan karena terlalu banyaknya kandungan pigmen pada kulit. Apakah Anda tahu apa saja yang memicu timbulnya hiperpegmentasi? Dan apa yang harus dilakukan ketika hal tersebut terjadi pada Anda?

Hiperpegmentasi memang menjadikan kulit menjadi kurang terlihat cantik, namun sebetulnya hiperpigmentasi tidak berbahaya. Kondisi ini sebetulnya sangat biasa terjadi, penyebabnya adalah terlalu aktifnya sel-sel kulit yang disebut melanosit, yang merangsang produksi melanin, yaitu substansi yang memberikan warna pada kulit Anda. Matahari, hormon, penyakit tertentu dan obat-obatan merupakan beberapa hal yang memicu aktifnya melanosit. Berikut ini adalah berbagai jenis hiperpigmentasi.

Sinar Matahari
Bagi Anda yang suka berjemur atau sering terekpos sinar matahari, berhati-hatilah. Selain akan terkena risiko terbakar sinar matahari atau bahkan kanker kulit, paparan sinar UV memiliki peran penting dalam mengembangkan hiperpigmentasi. Ketika aktivitas melanosit tinggi karena terpapar sinar UV yang berlebihan dan memicu melanin yang terlalu banyak, hasilnya adalah hiperpigmentasi, biasanya berupa bintik-bintik kecil (freckles) atau “bintik usia” yang lebih besar. Bintik baru bisa muncul, atau bisa juga bintik yang sudah ada menjadi lebih gelap. Pencegahan yang utama: kurangi paparan sinar matahari, mengenakan pakaian yang dapat melindungi dari sinar matahari, dan menggunakan tabir surya yang tahan air dengan minimal SPF 15 (SPF 30 atau yang lebih tinggi akan memberikan perlindungan yang lebih baik).

Pasca Inflamasi
Pernah melihat bagaimana kulit Anda kadang-kadang menggelap setelah cedera, misalnya luka, luka bakar, atau jerawat? Perubahan warna ini dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, dan berubah menjadi bekas luka permanen. Jenis hiperpigmentasi ini dapat terjadi terhadap semua jenis kulit, terutama umumnya terjadi di antara orang-orang yang kulitnya lebih berwarna. Tabir surya dapat membantu mencegah hiperpigmentasi ini dan mencegah daerah itu menjadi lebih gelap. Jika perubahan warna tersebut benar-benar mengganggu Anda, tanyakan kepada dokter kulit Anda mengenai produk pencerah kulit atau mikrodermabrasi untuk mengobati area yang gelap.

Melasma 
Ini adalah gangguan hiperpigmentasi yang umumnya terjadi pada sebagian besar perempuan. Penyebab melasma sebenarnya tidak diketahui, tapi para ahli percaya bahwa ini adalah hal yang turun-temurun. Kadang-kadang hiperpegmentasi ini disebut sebagai “topeng kehamilan”. Melasma menyebabkan bercak coklat atau keabu-abuan yang muncul di pipi, hidung, dan dahi. Penyebabnya adalah hormon, yang bertambah terus selama masa kehamilan. Faktor pemicu lainnya termasuk juga pil KB, terapi hormon, obat-obatan tertentu atau kosmetik, dan sinar matahari. Melasma biasanya menghilang sendiri, baik setelah melahirkan atau setelah Anda berhenti minum hormon, atau pil KB. Tapi jika kulit tidak berubah kembali menjadi seperti semula, tanyakan kepada dokter kulit Anda untuk mengobati daerah tersebut dengan krim, mikrodermabrasi, atau perawatan laser.

Jadi jika Anda terganggu dengan hiperpigmentasi atau khawatir tentang perubahan pada kulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan internis atau dokter kulit. Ingat, lebih baik aman daripada menyesal di kemudian hari.

Wednesday, 25 January 2012

Menjawab Pertanyaan Sulit ketika Wawancara Kerja


Di bawah ini adalah tiga hal yang sering dikuatirkan oleh sebagian besar orang saat melakukan wawancara kerja: diberikan pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya; ditanyakan mengenai keahlian yang Anda tidak kuasai; atau pertanyaan mengenai gaji yang diterima saat ini, ketika sebetulnya mereka mengharapkan penghasilan yang lebih.

  • Anda diberikan pertanyaan yang Anda tidak tahu jawabannya.
Reaksi umum yang sering terjadi adalah mengalihkan jawaban. Jangan lakukan itu. Selain itu, jangan katakan, “Pertanyaan yang bagus,” mereka akan mengetahui Anda sedang mencoba mengulur waktu.Cukup katakan, “Saya belum mempertimbangkan hal tersebut. Mohon berikan saya waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu, karena saya ingin memastikan bahwa saya dapat memberikan jawaban yang terbaik.” Catatan: Anda akan tetap merasa percaya diri jika Anda tidak meminta maaf.Meminta waktu untuk memikirkan hal tersebut juga akan menolong Anda untuk menenangkan diri. Pewawancara juga tidak akan merasa jengkel jika Anda mencoba untuk memberikan jawaban yang terbaik.
  • Anda kuatir mereka akan membahas mengenai keahlian yang tidak Anda miliki, atau membahas tentang rentang waktu karir yang tidak ada pada CV Anda.
Mengenai keahlian, Anda dapat mengatakan, “Saya mengetahui pekerjaan yang Anda tawarkan membutuhkan keahlian X, dan hal tersebut tidak ada dalam resume saya. Hal tersebut adalah hal yang pertama kali akan saya pelajari dan kuasai dengan cepat saat saya mulai bekerja di perusahaan Anda.”Mengenai rentang waktu karir yang tidak ada pada CV, Anda dapat mengatakan, “Saat itu saya melakukan X, yang membuat saya memiliki keahlian Y yang dapat saya terapkan dengan baik untuk pekerjaan yang Anda tawarkan sekarang ini.”
  • Anda diberikan pertanyaan mengenai besarnya gaji yang Anda terima saat ini, namun Anda saat ini sedang bekerja di sebuah restoran lokal, yang sebetulnya tidak relevan.

“Saya mencari pekerjaan yang menawarkan penghasilan sekitar X rupiah, lebih dari penghasilan saya sebelumnya, dan juga perkerjaan yang lebih berhubungan dan lebih relevan dengan keahlian saya.”Jika pewawancara masih terus mengorek jawaban Anda: “Penghasilan saya saat ini lebih rendah dari yang saya harapkan, oleh karena itu saya mencari pekerjaan baru.”Dan jika ia masih bertanya, katakan yang sebenarnya. Kebohongan sangat tidak bisa diterima, dan terus menerus mengelak akan membuat Anda terlihat menjadi orang yang tidak dapat dipercaya.

Sunday, 22 January 2012

"Please, I Just Wanna Get Home Safely..."

Foto diambil dari: http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/22/1502392620X310.jpg
Berita mengenai kecelakaan maut di Tugu Tani yang terjadi siang tadi, membuat saya terkejut, sedih, miris... Bagaimana tidak? Update terakhir yang saya baca, kecelakaan tersebut memakan korban hingga 9 orang meninggal dunia, serta 3 orang dalam kondisi kritis. :'(

Kronologis singkat yang saya dapat dari Kompas.com, pada pukul 11 siang tadi sebuah mobil Daihatsu Xenia melaju dengan kecepatan tinggi, datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Saat mendekati Tugu Tani, mobil itu oleng kehilangan kendali. Saat hilang kendali, mobil kemudian menabrak 12 orang pejalan kaki yang sedang ada di trotoar. Dicatat ya, mereka bukan sedang menyeberang jalan, namun sedang berada di trotoar.

Saya sontak membayangkan, mimpi apa para korban tewas tersebut hingga mereka menjadi korban? Mereka tidak sedang melanggar peraturan lalu lintas. Mereka cuma sedang berjalan di trotoar seusai dari lapangan futsal, ada juga yang sedang duduk di halte. Santai, tanpa sadar maut datang menghampiri. 

Di antara Anda pasti ada yang berfikir, "Itu adalah takdir." Ya betul, saya juga mengakui itu adalah takdir dari Allah SWT. Tapi apakah harus berhenti sampai di situ saja? Karena itu adalah takdir, tidak ada usaha yang bisa kita lakukan bersama?

Apakah Anda tahu? Di Indonesia (berdasarkan laporan dari Kepolisian Republik Indonesia), pada tahun 2010 jumlah kematian akibat kecelakaan telah mencapai 31.234 jiwa, yang artinya dalam setiap 1 jam terdapat 3-4 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di jalan. Kalau Anda tidak tergerak, atau minimal terkejut dengan kenyataan tersebut, saya yakin Anda berbohong. :)

Sekarang saya tanya. Menurut Anda, faktor apa saja yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas? Di antara Anda mungkin ada yang menjawab: karena jalanan yang rusak, rem kendaraan blong, rambu lalu lintas atau marka yang tidak jelas, pengemudi mengantuk, dll. Yup, semua itu adalah jawaban yang benar. Tapi tahukah Anda, alasan-alasan tersebut hanya berkontribusi sebesar 10% terhadap kecelakaan lalu lintas? Ternyata penyebab utama kecelakaan lalu lintas, 90%-nya berasal dari faktor kesalahan manusia itu sendiri! Fakta-fakta tersebut saya dapat dari gerakan "I Wanna Get Home Safely!" 

Saya berikan contoh simple ya... Salah satu penyebab kecelakaan adalah karena pengemudi mengebut, melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Seringkali juga karena pengemudi melanggar peraturan lalu lintas lainnya, seperti berhenti/parkir di sembarang tempat, menerobos lampu merah, atau menerobos jalur busway (hayooo, banyak kan yang melakukan ini?). Tidak hanya pengemudi mobil atau motor, pejalan kakipun sangat sering melanggar. Yang paling sering: menyeberang di sembarang tempat, padahal di dekat situ ada zebra cross atau jembatan penyeberangan. Sudah jelas bukan, semua itu adalah faktor kesalahan manusia?

Nah, bagaimana dengan kecelakaan karena pecah ban, rem blong, dan sejenisnya? Sekarang, apakah hal tersebut bisa terjadi jika si pemilik kendaraan selalu memeriksa kondisi kendaraannya secara benar dan teratur? Tentu saja bisa terjadi. Tapi lagi-lagi, dengan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, kita bisa meminimalkan terjadinya risiko tersebut.

Belum lagi karena hilangnya konsentrasi pengemudi akibat menelefon saat menyetir, tidak sabar, tidak mau mengalah dengan kendaraan lain, emosi......

Memang, kondisi jalan raya (khususnya di Jakarta) saat ini sudah luar biasa "gila". Kenapa gila? Macet di mana-mana, pelanggaran di mana-mana, salip sana, salip sini, dan bisa menjadikan para pengguna jalan bisa ikutan gila. 

Tapi maaf, saya tidak mau menjadi bagian dari kondisi yang gila itu. Makanya saya ikut menjadi pendukung gerakan "I Wanna Get Home Safely!" Gerakan tersebut tujuannya simple saja: mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, yang upayanya datang dari diri sendiri. Misalnya: berusaha selalu berhati-hati di jalan; mematuhi peraturan lalu lintas; memeriksa kondisi kendaraan sebelum menggunakannya; serta menghargai pengguna jalan lain.

Lagi-lagi mungkin Anda berfikir, "Untuk apa saya berhati-hati, kalau orang lain tetap tidak berhati-hati?" Mungkin saja Anda benar. Mungkin saja Anda tidak mau menjadi satu-satunya orang yang taat peraturan lalu lintas, di kala orang lain melanggarnya. Atau mungkin Anda takut ditertawakan orang, atau takut dimarahi orang lain hanya karena Anda pengendara motor yang berhenti di belakang garis putih ketika berhenti di lampu merah.

Namun apakah Anda pernah bayangkan, bagaimana jadinya jika setiap orang mau berhati-hati di jalan, taat peraturan lalu lintas, mengendarai kendaraan yang kondisinya prima, dan saling memberi jalan kepada pengguna jalan lain? Jika semua orang berlaku seperti itu, apakah Anda bisa bayangkan betapa damai dan teraturnya kondisi jalan yang akan kita lewati?

Jadi, buat apa menyalahkan orang atau pihak lain? Mari bersama-sama benahi diri sendiri dahulu.

Tujuan saya simple saja. Saya hanya ingin pulang ke rumah dengan selamat. Ingin bertemu kembali dengan suami dan orang tua saya tercinta. Saya tidak ingin menjadi korban kecelakaan lalu lintas karena kelalaian orang lain. Apalagi menjadi orang yang lalai, sehingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.***