Ingin tahu ulasan mengenai film-film lama hingga yang terbaru? Ingin tahu film-film apa yang wajib ditonton dan yang tidak? Jangan lupa kunjungi Our Cinema Sanctuary, blog berisi review2 film (yg pastinya sudah saya tonton, hehe...). See you there...!!!

Saturday, 28 January 2012

Mengenal Hiperpegmentasi


Foto: http://banjarmasin.tribunnews.com/photo/2011/07/8331fbb9a956fba4a9da38a9b5afff58.jpg
Hiperpegmentasi adalah bintik hitam yang disebabkan karena terlalu banyaknya kandungan pigmen pada kulit. Apakah Anda tahu apa saja yang memicu timbulnya hiperpegmentasi? Dan apa yang harus dilakukan ketika hal tersebut terjadi pada Anda?

Hiperpegmentasi memang menjadikan kulit menjadi kurang terlihat cantik, namun sebetulnya hiperpigmentasi tidak berbahaya. Kondisi ini sebetulnya sangat biasa terjadi, penyebabnya adalah terlalu aktifnya sel-sel kulit yang disebut melanosit, yang merangsang produksi melanin, yaitu substansi yang memberikan warna pada kulit Anda. Matahari, hormon, penyakit tertentu dan obat-obatan merupakan beberapa hal yang memicu aktifnya melanosit. Berikut ini adalah berbagai jenis hiperpigmentasi.

Sinar Matahari
Bagi Anda yang suka berjemur atau sering terekpos sinar matahari, berhati-hatilah. Selain akan terkena risiko terbakar sinar matahari atau bahkan kanker kulit, paparan sinar UV memiliki peran penting dalam mengembangkan hiperpigmentasi. Ketika aktivitas melanosit tinggi karena terpapar sinar UV yang berlebihan dan memicu melanin yang terlalu banyak, hasilnya adalah hiperpigmentasi, biasanya berupa bintik-bintik kecil (freckles) atau “bintik usia” yang lebih besar. Bintik baru bisa muncul, atau bisa juga bintik yang sudah ada menjadi lebih gelap. Pencegahan yang utama: kurangi paparan sinar matahari, mengenakan pakaian yang dapat melindungi dari sinar matahari, dan menggunakan tabir surya yang tahan air dengan minimal SPF 15 (SPF 30 atau yang lebih tinggi akan memberikan perlindungan yang lebih baik).

Pasca Inflamasi
Pernah melihat bagaimana kulit Anda kadang-kadang menggelap setelah cedera, misalnya luka, luka bakar, atau jerawat? Perubahan warna ini dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, dan berubah menjadi bekas luka permanen. Jenis hiperpigmentasi ini dapat terjadi terhadap semua jenis kulit, terutama umumnya terjadi di antara orang-orang yang kulitnya lebih berwarna. Tabir surya dapat membantu mencegah hiperpigmentasi ini dan mencegah daerah itu menjadi lebih gelap. Jika perubahan warna tersebut benar-benar mengganggu Anda, tanyakan kepada dokter kulit Anda mengenai produk pencerah kulit atau mikrodermabrasi untuk mengobati area yang gelap.

Melasma 
Ini adalah gangguan hiperpigmentasi yang umumnya terjadi pada sebagian besar perempuan. Penyebab melasma sebenarnya tidak diketahui, tapi para ahli percaya bahwa ini adalah hal yang turun-temurun. Kadang-kadang hiperpegmentasi ini disebut sebagai “topeng kehamilan”. Melasma menyebabkan bercak coklat atau keabu-abuan yang muncul di pipi, hidung, dan dahi. Penyebabnya adalah hormon, yang bertambah terus selama masa kehamilan. Faktor pemicu lainnya termasuk juga pil KB, terapi hormon, obat-obatan tertentu atau kosmetik, dan sinar matahari. Melasma biasanya menghilang sendiri, baik setelah melahirkan atau setelah Anda berhenti minum hormon, atau pil KB. Tapi jika kulit tidak berubah kembali menjadi seperti semula, tanyakan kepada dokter kulit Anda untuk mengobati daerah tersebut dengan krim, mikrodermabrasi, atau perawatan laser.

Jadi jika Anda terganggu dengan hiperpigmentasi atau khawatir tentang perubahan pada kulit, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan internis atau dokter kulit. Ingat, lebih baik aman daripada menyesal di kemudian hari.

8 comments:

  1. ini yang bikin kulit hitam putih kaya panuan itu kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. heee, emang kyk panuan ya? Klo panu bukannya jadi putih? klo ini jadinya menggelap :)

      Delete
  2. gua ada nih di pipi, mau ke dokter kulit sih, tapi bloman takut liat tagihannya haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo takut lihat tagihannya, merem aja :P

      Delete
  3. Replies
    1. gak sama, sama kayak Olga :P *ketahuan tumbuh di jaman 80-an :P

      Delete

Thank you for sharing your thoughts and opinions :)