![]() |
| Foto diunduh dari sini. |
Wednesday, 15 February 2012
Perempuan Perkasa Kepala Rumah Tangga
Sunday, 22 January 2012
"Please, I Just Wanna Get Home Safely..."
![]() |
| Foto diambil dari: http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/22/1502392620X310.jpg |
Saturday, 11 July 2009
One of My Passions...
Saya cinta musik.Sewaktu saya masih jauh lebih muda dari saat ini, tepatnya waktu duduk di kelas 1 SMP, saya berkenalan dengan dunia musik. Tak hanya sekedar penikmat, namun kali itu adalah pertama kalinya saya secara resmi bergabung dalam sebuah band.
Band pertama saya waktu itu terdiri dari 4 orang, seluruhnya wanita. Awalnya, kami semua tidak dapat memainkan alat musik apapun. Namun dengan modal nekat (dan rasa penasaran yg tinggi), kami akhirnya diajari bermain musik oleh paman dari salah satu personil. Pada waktu itu, posisi saya di band adalah keyboardist.
Band tersebut hanya bertahan hingga 2 kali latihan saja. Kemudian saya dan si Vokalis bergabung membentuk band baru dengan 3 orang laki2, yang juga murid SMP yg sama, yang mana band tersebut akhirnya didaulat menjadi satu2nya band yg didukung oleh pihak sekolah. Hal ini membuat kami dapat menggunakan alat2 band milik sekolah dengan bebas, asalkan di luar jam belajar. Bahkan seorang guru kesenian juga dengan suka rela membimbing dan mengajarkan kami.
Namun tiba2, seorang personil band kami yg memainkan bass, dikeluarkan dari sekolah karena pelanggaran peraturan yg cukup berat. Jadilah waktu itu band kami "pincang" karena tidak ada pemain bass, dan tidak ada yg bisa menggantikan posisinya. Di tengah situasi yg membingungkan tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menggantikan posisinya, menjadi bassist.
Sebelum bermain bass, saya terlebih dahulu belajar bermain gitar. Semua saya lakukan secara otodidak, meminjam gitar teman, membeli buku2 petunjuk bermain gitar, dan berlatih memainkan lagu dari majalah2 Music Book Selections. Sepertinya ayah saya memperhatikan ketekunan saya. Saya masih ingat betapa gembiranya, ketika suatu hari ayah saya kembali dari kantor sambil membawa sebuah kotak besar, yang ternyata berisi gitar! Merk-nya Kaebu, masih sering saya mainkan sampai sekarang.
Setelah bisa bermain gitar, dengan sendirinya saya paham bagaimana bermain bass. Sejak itu, saya resmi menjadi bassist di band tersebut. Lagu2 yg dimainkan saat itu adalah lagu2 dari Cranberries, Green Day, Oasis, dan band2 lain yg waktu itu sedang terkenal. Tak ketinggalan lagu2 dari band favorit saya, Nirvana.Band tersebut bubar ketika kami melanjutkan SMA ke sekolah yg berbeda. Di SMA saya tidak nge-band lagi, sampai pada akhirnya saya bergabung dengan band kenalan teman saya. Band tersebut hanya memiliki 3 personil (termasuk saya), dan kami masing2 berasal dari sekolah yg berbeda. Dari band inilah saya kenal dengan aliran musik blues dan jazz, yang akhirnya membuat saya jatuh cinta dengan kedua jenis aliran tersebut hingga sekarang.
Lagi2 band tersebut harus bubar karena kami meneruskan kuliah di kota dan negara yg berbeda. Si Drummer tetap di Jakarta, si Guitarist kuliah di Amerika, dan saya sendiri meneruskan kuliah di Bandung. Namun tak lama kuliah di Bandung, saya kembali tergabung dalam sebuah band baru. Kali ini personilnya berjumlah 7 orang, dan hanya fokus pada aliran musik jazz dan blues. Saking seriusnya, saya bersama si Drummer dan si Guitarist sampai mendaftar di sekolah musik Purwacaraka Bandung, hanya untuk mendapatkan dasar2 musik (membaca not balok, ketukan, dsb), hingga cara2 memainkan alat musik masing2 dengan cara yg "benar".
Beberapa tahun berlalu, namun akhirnya band tersebut pun harus bubar. Apalagi ditambah si Keyboardist tiba2 meninggal dunia karena kecelakaan, ketika dirinya bersama dengan keluarganya sedang merayakan keberhasilannya meraih gelar sarjana.
Beberapa tahun berlalu sejak saya terakhir bermain band, hingga suatu saat atasan saya di kantor menawarkan kesempatan untuk membantu dalam sebuah proyek yg sedang dilakukan oleh suaminya. Proyeknya adalah: bermain band untuk acara di kantornya, membawakan 10 lagu Led Zeppelin.
Awalnya saya ragu2 menerima tawaran tersebut, karena sudah lama tidak bermain bass. Namun dorongan untuk merasakan kembali hawa panggung, suara nyaring sound system, dan kenikmatan bermain musik dalam sebuah band sangatlah kuat, akhirnya saya menerima dengan senang hati.Ternyata, saya sangat bersyukur dengan keputusan tersebut Akhirnya, beberapa bulan yg lalu, saya kembali bisa bermain bass, membawakan lagu2 yg sejak dulu saya sukai, disertai dengan balutan chemistry yg kuat antar personil band (padahal mereka baru saja saya kenal), hingga mendengarkan sorakan riuh penonton, yang saya kira sudah tidak mungkin lagi saya dapatkan. Sayang, itu hanyalah proyek sekali waktu, bukan permanen.
Saya sangat menikmati saat2 itu, sambil terus bertanya-tanya, apakah di kemudian hari saya bisa mendapatkan hal seperti itu lagi? Jadi, bagi kalian yang memiliki mimpi, bersyukurlah jika kalian berhasil mengejar mimpi itu. Karena banyak orang yg belum memiliki kesempatan seperti yg kalian dapatkan.
Tuesday, 7 July 2009
Can I Become A Good Aunty?
Pastinya bukan Tante Girang. Bukan juga wanita setengah baya yang biasa disebut "Tante-tante". "Tante"yang dimaksud di sini adalah wanita yang sudah memiliki keponakan. Kata lain dari "Tante" sejenis itu adalah Bibi (menurut buku pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SD) dan Aunty (dalam kamus Webster atau Google Translate).
Saya sudah memiliki keponakan. Keponakan-keponakan yang berasal dari sepupu2 saya, karena saya sendiri tidak memiliki kakak ataupun adik, alias anak tunggal. Keponakan saya kini berjumlah 5 orang, dua laki-laki dan tiga perempuan. Yang laki2 berasal dari sepupu saya dari pihak ibu, dan yg perempuan berasal dari sepupu dari pihak ayah.
Keponakan pertama bernama Dika. Seorang anak laki-laki yang aktif, lucu, periang, tubuhnya berisi, dan sudah duduk di bangku sekolah dasar. Dika adalah anak pertama (dan masih satu2nya) dari kakak sepupu tertua saya dari pihak ibu. (Kemungkinan besar) Karena pengaruh ayah dan pamannya, kecil2 dia sudah menjadi penggemar klub sepak bola asal Inggris, Manchester United.
Ketiga adalah Safia, adik dari Disha. Safia baru lahir beberapa bulan yg lalu. Bayi ini wajahnya sangat mirip dengan almarhum Eyang Putri saya dari pihak ayah. Saking miripnya sampai2 kami sekeluarga sempat tertegun dan terharu ketika melihat wajah lonjongnya, karena ingat Eyang Putri yang sudah pergi meninggalkan kami.
Keempat adalah Dara, anak dari kakak sepupu yg nomor dua, masih dari pihak ayah. Sama seperti Disha, Dara cantik, badannya sempat gemuk namun sekarang lebih proporsional, lincah, dan mulai cerewet. Dara sangat suka serial Barney, si dinosaurus berwarna ungu. Dara agak pemalu jika bertemu orang baru. Namun tidak lama, pasti dia segera merasa akrab dan kembali cerewet, hehe...
Terakhir adalah Iel, putra pertama dari adik sepupu saya dari pihak Ibu. Meskipun dilahirkan ketika masih berumur 8 bulan di kandungan, Iel semakin tumbuh menjadi bayi laki2 yg kuat, dengan suara tangis yg kencang dan lantang (memang bawaan dari keluarga niy, hehe...). Dan seperti Dika, sepupunya, sepertinya ia berpotensi untuk menjadi penggemar klub Manchester United di bawah umur, hehe...I love them all... Mungkin karena dasarnya saya suka dengan bayi dan anak2 kecil, mereka semakin menjadi sosok2 yg sangat istimewa bagi saya. Walaupun merekalah yg berperan dalam mengesahkan julukan Tante kepada saya, namun saya sangat tidak keberatan dengan hal itu. So what? I'm proud to become an Aunty, especially their Aunty. It feels like I'm the luckiest Aunty in the world...
Apakah ada yg tahu bagaimana caranya saya bisa menjadi Tante yg terbaik untuk mereka semua?
Tuesday, 16 June 2009
Most Annoying Things at the Theater
Saya menikmati segala genre film, dari mulai action, drama, horror/thriller, science-fiction, comedy, musical, dll. Saya sangat menikmati setiap detilnya, mulai dari camera angle, plot, akting, dialog, hingga musiknya.
Tidak hanya menonton di bioskop, saya pun bisa menikmati film walaupun hanya menonton di DVD. Saya menyebutnya "High-Quality-Pirated-DVD" (DVD Bajakan Berkualitas Tinggi), yaitu DVD yg memiliki kualitas gambar yg bagus (kalau bisa tanpa cacat), subtitle (teks) bahasa Inggris yg sempurna, bahkan jika beruntung, ada Bonus Features-nya. Jujur, saya masih membeli DVD bajakan, bukan karena tidak menghargai karya2 original namun semata2 karena masalah klasik: keuangan. Saya belum bisa rela jika saya harus mengorbankan passion saya terhadap film hanya karena saya tidak mampu membeli DVD original. Toh saya tetap sangat menghargai karya para pembuat film dengan tetap menonton film2 buatan mereka, terlepas apakah melalui DVD Original maupun tidak.
Karena saya sangat menikmati film, saya tidak pernah mau ketinggalan setiap detik dan setiap detil adegan dari film-film yang saya tonton. Bahkan orang-orang yang sudah biasa (atau pernah) menonton film dengan saya pasti paham, bahwa dalam durasi 1,5 jam hingga 2,5 jam (atau lebih, tergantung durasi film) saya akan menjadi seperti patung: tidak bergerak, tidak berbicara, dan tidak bereaksi terhadap apapun, hanya terus menatap dan menyimak setiap adegan film. Tidak ada yg bisa mengganggu dunia saya saat sedang menonton film, dan saya pun tidak akan mengganggu siapa pun.
Kembali ke bioskop.
Menonton di bioskop sangat menyenangkan: sound system menggelegar, kursi besar & empuk, dingin, juga layar raksasa. Namun kendalanya, bioskop merupakan salah satu tempat yang paling berisiko tinggi bagi saya untuk kehilangan kenikmatan menonton. Banyak sekali gangguan2 yg saya temui di bioskop dan dapat menghilangkan konsentrasi. Salah satu teman baik saya bahkan sampai sekarang tidak suka menonton di bioskop, karena kenikmatannya menonton film (hampir) pasti akan selalu rusak. Bahkan ada pula teman lain yang kerap kali terlibat bentrok dengan orang lain di bioskop, karena masalah yg serupa.
Apa saja sih hal-hal yang dapat mengganggu dan merusak mood ketika menonton di bioskop?
- Orang yang mengobrol...
Pengobrol ini ada berbagai jenis: Pertama, ngobrol bukan mengenai film (out of topic). Bukannya nonton malah curhat. Di kafe aja Mba, jangan di bioskop! Hehe... Kedua, terus2an bertanya: "Ini siapa? Terus dia ngapain? Maksudnya gimana? Bukannya tadi dia udah ditangkep?" Dst... Dst... Cape deeehh... Ketiga, yang terakhir, adalah yg paling KEJAM di antara para pengobrol, yaitu: SPOILER. Spoiler adalah orang yg suka membocorkan apa yang akan terjadi kemudian, dan biasanya merupakan kunci utama dari film itu. Contohnya: "Harta karunnya tempatnya disitu," "Sebenernya penjahatnya yang ini, bukan yg itu," atau "Tokoh utamanya bakal meninggal di akhir film!" Oh my God... Menurut saya, men-Spoil film benar-benar "kejahatan" tidak bisa saya tolerir.
Baru-baru ini di US, ada peristiwa seorang Bapak yang sedang menonton film The Curious Case of Benjamin Button, ditembak oleh salah seorang penonton bioskop. Ternyata sebabnya karena Bapak itu mengobrol di sepanjang film. Fiuhh... Untung di Indonesia kepemilikan senjata api masih sangat dibatasi.
So please, kalau memang mau mengobrol, cukup dengan berbisik supaya tidak mengganggu orang lain.
- Orang yang mengaktifkan nada dering handphone dan MENERIMA telefonnya!!!
- Orang yang menendang kursi
- Orang yang make-out (bercumbu)
- Orang yang terlambat/bolak-balik/keluar-masuk
- Orang yang membawa bayi/balita/anak2 (padahal rating filmnya: DEWASA)
Kalau menurutmu, hal apa yang paling mengganggu saat menonton film di bioskop?
Please respect other people's right to enjoy the movie-which they have already paid for-
Sunday, 7 June 2009
My Personality Disorder
Disorder | Rating
Paranoid: Low
Schizoid: Low
Schizotypal: Low
Antisocial: Low
Borderline: Low
Histrionic: High
Narcissistic: High
Avoidant: Low
Dependent: Low
Obsessive-Compulsive: Moderate
Mayoritas hasilnya Low. Well, that's good. Tapi... Lihat ada keanehan di situ? Terutama di bagian Histrionic, Narcissistic, dan Obsessive-Compulsive? Dua hal yang pertama ratingnya HIGH, dan hal yang terakhir ratingnya MODERATE. Hmmmm.... Coba deh masing-masing didefinisikan dulu, terus sekaligus dibahas kali ya...
Histrionic
People with histrionic personality disorder are constant attention seekers. They need to be the center of attention all the time, often interrupting others in order to dominate the conversation. They use grandiose language to discribe everyday events and seek constant praise. They may dress provacatively or exaggerate illnesses in order to gain attention. Histrionics also tend to exaggerate friendships and relationships, believing that everyone loves them. They are often manipulative.
Ok, let see. Attention seeker: bener (hihihi). Dominate the conversation: tergantung siapa yang sedang diajak bicara, kalau bos gak mungkin dong... Use grandiose language: kayaknya sering. Dress provocatively: Enggak banget! Exagerrate illnesses: boro-boro, kalau bisa malah jangan sampe sakit. Believe that everyone loves me: pasti dong, hehehe... Manipulative: iya lah, soalnya banyak orang yg lebih manipulatif di dunia dibanding saya, hehehe...
Narcissistic
Narcissistic personality disorder is characterized by self-centeredness. Like histrionic disorder, people with this disorder seek attention and praise. They exaggerate their achievements, expecting others to recongize them as being superior. They tend to be choosy about picking friends, since they believe that not just anyone is worthy of being their friend. Narcissists tend to make good first impressions, yet have difficulty maintaining long-lasting relationships. They are generally uninterested in the feelings of others and may take advantage of them.
Bwahahaha...!!! Ini sih gw banget...!!! But wait... Coba ditelaah dulu satu-persatu. Intinya gak jauh beda sama Histrionic, tapi ada yg beda juga. Choosy about picking friends: enggak banget deh, semua orang bisa jadi temen kok. Tend to make good first impressions: iya lah, kayaknya mayoritas orang kayak gitu kok. Have difficulty maintaining long-lasting relationship: hell no! Relationship yg saya alami mayoritas sampai tahunan kok. Uninterested in the feelings of others and may take advantage: ke orang2 tertentu iya, kenapa harus peduli dengan perasaan orang lain yang juga tidak peduli dengan orang2 lain dan sekitarnya?
Obsessive-Compulsive
While Obsessive-Compulsive personality disorder (OCDP) sounds similar in name to obsessive-compulsive anxiety disorder, the two are markedly different disorders. People with obsessive-compulsive personality disorder are overly focused on orderliness and perfection. Their need to do everything "right" often interferes with their productivity. They tend to get caught up in the details and miss the bigger picture. They set unreasonably high standards for themselves and others, and tend to be very critical of others when they do not live up to these high standards. They avoid working in teams, believing others to be too careless or incompetent. They avoid making decisions because they fear making mistakes and are rarely generous with their time or money. They often have difficulty expressing emotion.
Nah, ini dia yg saya heran... Kayaknya mayoritas yg didefinisikan dalam Obsessive-Compulsive itu gak cocok deh... Saya bukan orang yg perfeksionis, bukan orang yg detil, tidak memiliki standar yg tinggi, tidak keberatan untuk bekerja dalam tim, tidak pelit, dan tidak punya kesulitan sama sekali untuk mengekspresikan emosi. Kalaupun ada, mungkin porsinya sedikit sekali. Yeah, mungkin itu makanya hasilnya cuma Moderate. :)
Khusus mengenai narsis, memang banyak orang yang mengklaim saya narsis. Bahkan sangat narsis. Tapi gak tahu ya, saya tidak melihat sesuatu yg salah untuk menjadi seorang yang narsis. Intinya, saya mencintai diri saya sendiri, dan itu menjadi suatu keharusan. Saya mensyukuri apa yang saya miliki. Saya mensyukuri saya diberi nikmat yang luar biasa dari Allah SWT. Saya bersyukur bisa sekolah, saya bersyukur bisa bekerja, saya bersyukur tidak memiliki cacat fisik, saya bersyukur bisa makan sehat setiap hari, saya bersyukur saya bisa berolahraga, saya bersyukur bisa tertawa, saya bersyukur bisa melakukan apapun yang sudah saya lakukan hingga saat ini.
Rasa syukur itulah yang membuat saya mencintai diri saya. Membuat saya menjadi percaya diri, dan terutama, membuat saya menghargai diri saya sendiri. Karena dengan menghargai diri sendiri dan percaya pada diri sendiri, saya yakin akan bisa menghadapi segala hal di dunia ini. Sesulit apapun keadaannya.
Kesimpulannya, saya bangga menjadi seorang yg narsis! (hehehhee... beneran narsis banget ya?)
Tertarik untuk mencoba Personality Disorder Test? Klik link ini: Personality Disorder Test.
Wednesday, 20 May 2009
I Choose to be HAPPY...!!!
John C Maxwell suatu ketika pernah didapuk menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.
Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan ? (Kalau satu arah mah namanya khotbah.)
Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak."
Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia." Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. (Kebayang ga malunya Maxwell saat itu.) Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar. Malu ui!
Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.."
Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?"
"Karena," jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.
Contohnya rasul Paulus. Ketika itu rasul Paulus sedang dihimpit oleh keadaan. Ia disiksa dan dipenjara, ditolak kanan kiri. Tapi coba lihat surat-suratnya.. Apakah berisi keluh kesah? Justru sebaliknya! Sebagian besar surat-surat Paulus justru berisikan motivasi, berita gembira dan inspirasi. Rasul Paulus bahagia. Meskipun keadaan sekelilingnya mungkin merupakan alasan ia tidak bahagia, namun ia bahagia.
Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa hidupmu. Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak.
-Don't be afraid to make your own choice-
Monday, 20 April 2009
Finally, you can sing it completely...
Sebuah lagu yang kerap dinyanyikan oleh seseorang untuk saya... Biasanya ia hanya bernyanyi sampai Reff bait kedua. Ia tidak mau menyanyikan bait seterusnya karena memang bermakna sedih, dan berharap bagian yang sedih tersebut tidak akan pernah terjadi... Namun sekarang, akhirnya ia bisa menyanyikan lagu tersebut secara penuh...
Thank you so much for those beautiful moments... Which will remain in my memory forever...
"My life is brilliant.
My love is pure.
I saw an angel.
Of that I'm sure.
She smiled at me on the subway.
She was with another man.
But I won't lose no sleep on that,
'Cause I've got a plan.
You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.
Yeah, she caught my eye,
As we walked on by.
She could see from my face that I was,
Flying high, [ - video/radio edited version]
And I don't think that I'll see her again,
But we shared a moment that will last till the end.
You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.
You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it's time to face the truth,
I will never be with you."
(You’re Beautiful – James Blunt)
Wednesday, 1 April 2009
Mereka Memanggilku Malaikat
Judul tulisan ini mirip judul buku karangan Arswendo Atmowiloto, yg berjudul “Dia Memanggilku Malaikat”. Sebuah buku yang dihadiahkan kepada saya dari seseorang yang amat saya sayangi, yang katanya ia juga menganggap saya seperti yang tertulis di buku tersebut, Malaikat.
Meskipun arti Malaikat dalam buku tersebut sebenarnya adalah Malaikat Maut (dan pastinya saya bukan), buku itu berhasil menggeser image saya mengenai malaikat maut. Malaikat maut tersebut digambarkan oleh Arswendo menjadi sangat manusiawi, meskipun tetap tidak bisa merasakan, namun dapat berdialog, berdiskusi, berfikir, dan... baik hati? Saya suka sekali penggambaran malaikat maut Arswendo.
Kembali lagi kepada panggilan Malaikat. Panggilan yang berat? Sudah pasti. Karena definisi Malaikat (setidaknya menurut saya): pelayan Tuhan yang suci, tanpa dosa, berasal dari cahaya, dan selalu patuh terhadap perintah dan laranganNya. Sebuah sebutan yang sangat tidak cocok dengan manusia dari belahan bumi manapun sebenarnya, apalagi saya! Yeah, right...
Namun, semua orang berhak atas persepsi masing2 mengenai malaikat. Seseorang dapat menganggap orang yang dicintainya sebagai malaikat. Orang tua dapat menganggap anaknya malaikat, begitu juga sebaliknya. Cucu terhadap neneknya, seseorang kepada sahabatnya, murid terhadap gurunya, dan sebagainya. Kebanyakan karena orang yang dianggap malaikat tersebut dapat membawa kedamaian, kebahagiaan, kecerahan hati, dan banyak hal positif lainnya. Siapapun dapat menganggap siapapun malaikat. Aku, kamu, mereka, kita semua, dapat menjadi malaikat.
Semoga saya terus bisa menjadi malaikat bagi orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya. Namun mohon untuk tetap diingat, I’m Only Human (lagi-lagi judul lagu Jason Mraz), pasti tidak bisa persis seperti malaikat. Jauh banget kaliii... :P. But, thank you very much... Jika sudah menganggap saya seperti itu. Semoga tidak pernah mengecewakan.
Owh... Kembali lagi ke penggambaran malaikat maut yang baik hati... Jadi teringat salah satu film paling romantis yang pernah saya tonton: City of
Spend all your time waiting
for that second chance
for a break that would make it okay
there's always some reason
to feel not good enough
and it's hard at the end of the day
I need some distraction
oh beautiful release
memories seep from my veins
let me be empty
oh and weightless and maybe
I'll find some peace tonight
In the arms of the angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here
So tired of the straight line
and everywhere you turn
there's vultures and thieves at your back
the storm keeps on twisting
you keep on building the lies
that you make up for all that you lack
it don't make no difference
escaping one last time
it's easier to believe
in this sweet madness oh
this glorious sadness
In the arms of the angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you feel
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here
you're in the arms of the angel
may you find some comfort here
(Angel - Sarah McLachlan)
Thursday, 12 March 2009
Details in the Fabric
You're the only one who can make your own fortune & future. And when you do, do it for yourself, not others...
Calm down
Deep breaths
And get yourself dressed instead
Of running around
And pulling all your threads saying
Breaking yourself up
If it's a broken part, replace it
But, if it's a broken arm then brace it
If it's a broken heart then face it
And hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your own name
And go your own way
And everything will be fine
Everything will be fine
Mmmhmm
Hang on
Help is on the way
Stay strong
I'm doing everything
Hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your name
And go your own way
And everything, everything will be fine
Everything
Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?
Are the things that make you blow
Hell, no reason, go on and scream
If you're shocked it's just the fault
Of faulty manufacturing.
Yeah everything will be fine
Everything in no time at all
Everything
Hold your own
And know your name
And go your own way
Are the details in the fabric (Hold your own, know your name)
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling? (Go your own way)
Are the details in the fabric (Hold your own, know your name)
Are the things that make you panic (Go your own way)
Is it Mother Nature's sewing machine?
Are the things that make you blow (Hold your own, know your name)
Hell no reason go on and scream
If you're shocked it's just the fault (Go your own way)
Of faulty manufacturing
Everything will be fine
Everything in no time at all
Hearts will hold
(Details in the Fabric --Jason Mraz--)
Wednesday, 4 March 2009
"Lucky" for You....
Do you hear me, I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

Friday, 27 February 2009
(Niat) Memulai Kembali
Setelah di tahun 2008 Blog ini kosong melompong...
Setelah melongok Blog beberapa teman...
Jadi ingin mulai menulis lagi...
Dan sekarang... Tiba pada tahap paling sulit dalam menulis, yaitu...
Menyusun kalimat pertama.
Friday, 24 August 2007
Love Song 4 Mine...
You make me feel like I am home again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am whole again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am fun again
However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I'm alone with you
You make me feel like I am clean again
However far away, I will always love you
However long I stay, I will always love you
Whatever words I say, I will always love you
I will always love you
Sunday, 5 August 2007
Peringatan Kelahiran Kelabu
Tepat dua hari setelah hari ulang tahun, tiba kabar itu...Tepat dua hari setelah hari ulang tahun, saya harus kehilangan seorang teman. Bukan teman, namun sahabat...
Teringat masa2 SMU, di mana saya pernah sekelas waktu di kelas 2 dengan Hito... Sosok Hito yang pendiam, tapi justru itu yg membuat dua orang wanita teman sekelas "tergila-gila" padanya (terlepas itu bercanda atau serius). Mungkin gaya cool ditambah dengan pandangan mata dalamnya itu yg membuat wanita bertekuk lutut...
Persahabatan kami dimulai ketika menginjak bangku kuliah di Bandung. Mungkin berawal dari perasaan yang sama-sama merasa jauh dari kota asal, merasa asing di kota lain, dengan budaya dan bahasa berbeda, terutama orang2 yg juga berbeda... Itulah mengapa pada akhirnya teman2 dekat kami juga berasal dari luar Bandung -- dari Jakarta hingga Sumatera.
Hampir di semua aktivitas kami berdua selalu bersama: berkumpul dan bermain di asrama Unpad, kelompok belajar di kelas, kelompok dalam proyek-proyek kampus, ekstrakurikuler fotografi di kampus, hingga pemilihan jurusan Jurnalistik yang kami pilih. Mengenai hal yg terakhir ini, di semester 3 ketika kami diharuskan memilih jurusan komunikasi yg hendak diambil, saya sudah terlebih dahulu memilih jurusan Jurnalistik, ternyata Hito memilih jurusan berbeda yaitu Manajemen Komunikasi. Namun ternyata, setelah beberapa minggu menjalani jurusan pilihannya itu, Hito memutuskan untuk mengubah pilihannya, yaitu pindah ke jurusan Jurnalistik dari jurusan Manajemen Komunikasi. Hal inilah yang (lagi-lagi) membuat kami selalu bersama. Sampai-sampai julukan "soulmate" dilekatkan pada kami berdua.
Hito yang mengenalkan saya dan mengubah pandangan saya, bahwa film yang ada di dunia bukan hanya film Hollywood. Dia yang mengenalkan saya pada film-film apik -- bahkan jauh lebih bagus dari garapan Hollywood -- seperti: Rashomon, Run Lola Run, Das Experiment, hingga Amores Peros. Sebuah pengalaman yang luar biasa. Saya masih menyimpan sebuah film miliknya yang belum sempat saya kembalikan, Amadeus. Maaf To...
Hito jarang bicara. Namun sekalinya ia berbicara, kata2 yg keluar dari mulutnya seringkali membuat orang lain tertawa, takjub, heran, hingga mengerutkan dahi... Ia memiliki sebuah sepeda, yang mana sering ia kendarai di jalan-jalan kota Bandung. Tak peduli pagi, siang, hingga tengah malam sekalipun, kapan pun ia ingin pergi, ia pergi.
Sungguh seorang sahabat yg baik. Sangat meninggalkan kesan kuat di benak siapapun yg pernah mengenalnya. Ketika saya mendengar bahwa ia terbaring di ruang ICU karena kecelakaan motor, setelah pulang dari kantor segera saya meluncur ke rumah sakit. Namun karena jam besuk yang ketat, saya tidak berhasil melihat Hito di tengah perjuangannya melawan kondisi koma.
Hingga akhirnya di pagi hari -- dua hari setelah peringatan hari kelahiran saya -- saya mendengar kabar bahwa Hito sudah tiada. Bergegas saya pergi ke rumahnya di Bekasi. Namun, lagi-lagi saya tidak berhasil menemuinya untuk yg terakhir kali, karena Hito sudah ditutup rapi di dalam keranda berhias kain hijau bertuliskan kalimat-kalimat suci Allah.
Menyesal? Pasti ada perasaan itu. Tapi biarlah saya mengingat Hito bukan ketika ia terbujur tak sadarkan diri di ruang ICU dingin dan sepi. Biarlah saya mengingat Hito bukan ketika ia terpejam rapat terbungkus kain putih kafan. Namun biarlah saya mengingat Hito ketika ia tersenyum, tertawa, berkelakar namun tanpa ekspresi, marah namun tanpa ekspresi juga, Hito yang senang, gembira, dan sehat tanpa kurang suatu apa.
Sampai saat ini saya tetap merasa Hito belum pergi...
Saya merasa atau tidak percaya... Tidak tahu juga.
Monday, 23 July 2007
Si Muka Datar
Terperangkap di dingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah, lelap...
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat, masih ingatkah kau?
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara di hati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku, sobat...
Song & lyric by Iwan Fals
Dear Hito,
I miss you & your great movie collections...
Get well soon...
Thursday, 21 June 2007
If...
Hari ini dimulai (lagi-lagi) dengan meng-edit copywrite dan design Annual Report perusahaan tempat saya bekerja, Adira Insurance. Satu-persatu kata hingga membentuk suatu kalimat harus disisir, tanpa ada yang boleh terlewat sedikit pun. Cukup membuat pening dan mata perih karena terus-menerus menatap layar monitor. Hmmm.... Membatin ingin membuat segelas mug kopi. Ya, segelas mug. Bukan secangkir, tapi segelas mug. Mungkin akan membantu menjernihkan pikiran lagi, supaya semua proses ini cepat selesai. Supaya hasil editan bisa segera dikirim ke vendor pembuat Annual Report tahun ini, bukan vendor pembuat kopi.Kopi sudah disesap. Mulai meng-edit. Telefon berdering. Mengetik. Telefon berdering. Berhenti mengetik, mengangkat telefon dan menyapa "Selamat siang, dengan Yanti ada yang bisa dibantu?" Sebuah sapaan yang diseragamkan untuk seluruh lini di Adira Insurance, menunjukkan bahwa kami semua selalu siap membantu kapan pun dan siapa pun yang memerlukan bantuan. Hal ini penting untuk sebuah perusahaan yang menyediakan jasa, karena produk yang kami miliki tidak berwujud, tidak terlihat. Menuntut kami harus menyediakan pelayanan yang luar biasa. Walaupun hati maupun kondisi sedang tidak siap membantu, harus selalu diusahakan untuk membantu, demi mencapai Service Excellence.
Pembicaraan di telefon berlangsung selama dua menit. Setelah selesai, gagang telefon diletakkan di tempatnya. Diam. Berfikir mengenai pembicaraan tadi. Yang membuat saya teringat lirik lagu "If You're Not the One" yang dinyanyikan Daniel Beddingfield.
If you're not the one, then why does my soul feel glad today?
If you're not the one, then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine, then why does your heart return my call?
If you are not mine, would I have the strength to stand at all?
I never know what the future brings, but I know you're here with me now.
We'll make it through, and I hope you are the one I share my life with...
I don't want to run away, but I can't take it, I don't understand.
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If I don't need you, then why am I crying on my bed?
If I don't need you, then why does your name resound in my head?
If you're not for me, then why does this distance maim my life?
If you're not for me, then why do I dream of you as my wife?
I don't know why you're so far away, but I know that this much is true.
We'll make it through, and I hope you are the one I share my life with...
And I wish that you could be the one I die with…
And I pray in you’re the one I build my home with…
I hope I love you all my life…
'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away.
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today.
'Cause I love you, whether it's wrong or right.
And though I can't be with you tonight, you know my heart is by your side…
Hhhhh....
Kembali meng-edit lagi...
Wednesday, 20 June 2007
Getting Started

Pertama kali memiliki sebuah "BLOG".
Jujur, pertama kali tertarik membuat BLOG karena trend. Banyak teman, rekan kerja, bahkan orang2 yg tidak dikenal sekalipun, memiliki BLOG.
Didorong rasa penasaran yang kian memuncak, mulai mencari-cari, membaca-baca BLOG-BLOG sekian orang. Banyak juga yang ditemukan. Puisi, cerita deskriptif tentang suatu peristiwa yg dialami, curhat, review mengenai buku atau film, hingga berjualan (produk atau diri sendiri) melalui BLOG!
Mulai menarik. Meskipun porsi curhat menjadi yang paling banyak ditemukan di sekian BLOG. Jadi tersenyum-senyum sendiri ketika melihat BLOG-BLOG pencerminan kenarsisan. Sepertinya My Blues juga akan banyak terwarnai dengan hal yg terakhir itu. Hehhe...
Lagi-lagi, BLOG ini dibuat karena trend. Belum terlalu terpetakan, akan menjadi dan dijadikan seperti apa sebuah My Blues... Semoga tetap menjadi menarik, sehingga ia tetap memiliki sebuah identitas bahkan fungsi. Bukan hanya trend. Bukan hanya membuat pusing. Apalagi bosan.






