Ingin tahu ulasan mengenai film-film lama hingga yang terbaru? Ingin tahu film-film apa yang wajib ditonton dan yang tidak? Jangan lupa kunjungi Our Cinema Sanctuary, blog berisi review2 film (yg pastinya sudah saya tonton, hehe...). See you there...!!!
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
Showing posts with label Business and Career. Show all posts
Showing posts with label Business and Career. Show all posts

Thursday, 8 March 2012

Mengelola Kebutuhan Beberapa Atasan


Gambar diunduh dari sini


Fakta dalam kehidupan bekerja saat ini, banyak dari kita memiliki beberapa atasan. Dan bahkan jika Anda seorang multi-tasker yang efisien, Anda tidak bisa menjadi Superman. Terkadang bukanlah sebuah ide yang baik untuk mengambil lebih banyak pekerjaan dari pada yang dapat Anda lakukan hanya karena atasan telah menyuruh Anda.

Meresmikan Tanggung Jawab Harian

Secara umum, Anda ingin dianggap sebagai karyawan yang serba bisa oleh semua atasan Anda. Langkah pertama adalah meresmikan tanggung jawab sehari-hari dengan atasan resmi Anda. Cari tahu siapa saja dalam tim Anda berwenang untuk mendelegasikan pekerjaan kepada Anda, dan perhatikan jenis tugas yang akan Anda terima dari setiap orang tersebut.

Katakanlah Bapak A, yang sebetulnya bukan termasuk orang yang berwenang memberi tugas kepada Anda, tiba-tiba memberikan setumpuk laporan status klien untuk Anda kerjakan. Bagaimana Anda menanggapinya? Adalah sangat tepat jika dengan sopan Anda menjawab bahwa Anda akan senang hati untuk membantunya, namun sebisa mungkin atas izin atau otorisasi dari atasan resmi Anda. Si Bapak A mungkin tidak akan keberatan, tetapi dengan cara yang baik, Anda terbebas dari situasi yang canggung. Kemungkinan yang umumnya terjadi, atasan Andalah akan mengatakan tidak pada Bapak A untuk Anda, terutama jika mengerjakan tugas yang berada di luar area tanggung jawab Anda.

Bersikap Tegas

Bayangkan jika Ibu B, salah satu atasan yang memiliki wewenang untuk memberi tugas pada Anda, memberikan tugas mendesak di meja anda yang harus diselesaikan pada akhir minggu. Ibu B telah mengetahui tugas tersebut selama beberapa hari, namun sekarang sudah hari Jumat pagi dan tenggat waktunya sangat dekat. Jangan sampai karena kurangnya perencanaan yang dilakukan orang lain, malah menjadi hal yang darurat untuk Anda. Jika Anda sendiri memiliki tugas lain yang harus dilakukan, katakanlah.

Beritahu Ibu B bahwa Anda ingin sekali melakukan tugas untuknya, tetapi saat ini Anda sedang bekerja pada sebuah proyek dengan Bapak C yang membutuhkan perhatian penuh dari Anda. Beri dia pilihan untuk mengatasi masalah ini dengan Bapak C atau atasan resmi Anda, dan tekankan betapa Anda menikmati bekerja dengannya. Idealnya, Ibu B akan meninggalkan interaksi dengan anggapan bahwa Anda memang ingin membantunya dengan tulus, tetapi Anda tidak bisa berada dalam dua tanggung jawab yang berbeda dan saling bertentangan.

Mintalah Bantuan untuk Memprioritaskan

Bagaimana ternyata jika atasan resmi Anda yang memberikan tugas mendesak, di mana sebetulnya Anda tidak punya waktu lebih untuk mengerjakan tugas tersebut? Bisa dibilang, ini adalah skenario yang paling tidak menyulitkan, karena yang Anda harus lakukan adalah dengan memintanya untuk membantu Anda untuk memprioritaskan berbagai tugas Anda. Anda dapat mengatakan sesuatu seperti, "Saya akan senang untuk mengurus itu, tapi hari ini saya akan meneliti statistik untuk presentasi klien Bapak C. Mana yang menurut Ibu harus saya lakukan pertama?"

Jika atasan resmi Anda ingin Anda melakukan tugas darinya dan mengesampingkan tugas dari Bapak C, itu adalah hak prerogatifnya. Sekali lagi, Anda telah meminta orang lain yang memiliki wewenang untuk memutuskan dari dua tugas yang berbeda, yang mana yang harus Anda lakukan. Dengan selalu berusaha untuk menampilkan diri sebagai karyawan pekerja keras dan disiplin untuk kepentingan terbaik perusahaan, Anda akan dapat mempertahankan hubungan yang baik akan dengan semua atasan Anda tanpa harus "membunuh" diri sendiri dalam prosesnya.

Wednesday, 29 February 2012

8 Film Terbaik Mengenai Karir

Foto diambil dari sini.
Pernahkah Anda menonton sebuah film lalu berfikir, "Oh Tuhan, itu adalah HIDUP saya!"

Hal tersebut bisa terjadi setiap saat, terutama jika film tersebut bercerita mengenai karir yang sedang Anda jalani, yang begitu sempurna mewakili situasi yang ada. Berikut ini adalah delapan film terbaik mengenai karir dan pelajaran "gila" yang terkandung di dalamnya:

1. The Devil Wears Prada

Plot: 
Seorang gadis mendapat sebuah pekerjaan impian bagi para pekerja di industri media mode. Namun ternyata atasannya sangat "kejam", yang lama-kelamaan mengambil alih hidup gadis tersebut dengan tuntutan-tuntutan konyol. Gadis tersebut berubah menjadi gadis cantik dan fashionable, sekaligus mendapatkan pelajaran karir yang amat berharga.

Pelajaran berharga: 
Kadang kita ditawarkan pekerjaan yang amat bagus dan kelihatannya tidak boleh dilewatkan, hingga kita bersedia melakukan suatu hal kecil untuk atasan yang sebenarnya sama sekali tidak pantas - sampai suatu hari kita menemukan bahwa pekerjaan tersebut telah mengambil alih hidup kita sepenuhnya. Ketika ada kesempatan untuk melakukan perubahan karir yang cukup drastis, percayai intuisi Anda pada apa yang terasa benar dan apa yang terasa seperti membutuhkan kompromi yang amat besar.

2. The Pursuit of Happyness

Plot: 
Seorang pria berjuang untuk memenuhi kebutuhan mendapat hak asuh anaknya, menjadi tunawisma namun dengan tekad kuat akhirnya berhasil menjadi pialang saham yang berhasil.

Pelajaran berharga: 
Tidak pernah ada kata  terlambat untuk mengubah karir Anda dan "berbuat sesuatu" bagi diri Anda. Selain itu? Hidup ini keras. Hadapilah.

3. Jaringan Sosial

Plot: 
Facebook. Tak ada yang lain.

Pelajaran berharga: 
Khianati teman Anda, jadilah bajingan, dan Anda akan menjadi salah satu orang paling sukses di planet ini. Namun tidak berarti Anda berhenti memata-matai Facebook mantan Anda, seperti yang sering dilakukan orang-orang.

4. Jerry Maguire

Plot: 
Seorang agen olahragawan memiliki suatu pencerahan tentang masa depan industri dan dipecat karena hal tersebut.

Pelajaran Berharga: 
Pada kenyataannya, sangat mungkin untuk mencintai apa yang Anda lakukan, membuat perbedaan dan memiliki karir "penting" tanpa harus menjadi otang yang menyebalkan.

5. Office Space

Plot: 
Sekelompok orang membenci pekerjaan mereka. Ancaman PHK menghantui suasana kantor. Mereka memasukkan virus untuk mencuri uang dari perusahaan tersebut tetapi semuanya berjalan salah! (Ini adalah salah satu film terbaik yang begitu sempurna menggambarkan bagaimana rasanya berada dalam pekerjaan yang Anda benci.)

Pelajaran berharga: 
Rekan kerja adalah segalanya. Hal terbaik tentang film ini adalah bagaimana para pemain dan karakter mereka saling bekerja sama. Mereka mengajarkan bagaimana Anda tetap bisa bertahan dalam pekerjaan terburuk jika orang-orang hebat berada di sekeliling Anda. Jika Anda tidak memiliki orang-orang hebat tersebut, Anda tidak mungkin dapat membuat sebuah kantor "terbakar".

6. Clerks

Plot: 
Sebuah film tentang dua orang yang menjengkelkan, yang bekerja di sebuah toko.

Pelajaran berharga: 
Berbaik hatilah kepada orang-orang yang bekerja di balik counter. "Hanya karena mereka melayani Anda, bukan berarti mereka menyukai Anda."

7. Up in the Air

Plot: 
Seorang pria memiliki pekerjaan unik, ia kerap disewa perusahaan-perusahaan besar di berbagai lokasi untuk memecat karyawannya. Rumahnya adalah di udara. Dia selalu merasa kesepian dan kosong.

Pelajaran berharga: 
Bahkan dengan pekerjaan yang glamor dan sering bepergian, dapat kembali ke rumah tetap saja menjadi sesuatu yang bernilai lebih. Anda butuh untuk kembali ke rumah untuk merasa aman dan bersantai. Hal tersebut akan membuat Anda lebih produktif dan lebih baik di pekerjaan Anda dalam jangka panjang.

8. Wall Street

Plot: 
Ini adalah Wall Street, yang berarti lebih relevan di zaman sekarang dibandingkan tahun 1987. Pialang saham yang ambisius kerap membuat keputusan yang sedikit kotor.

Pelajaran berharga: 
Jangan bekerja di Wall Street. Keserakahan adalah hal yang buruk. Berhati-hatilah terhadap pialang saham yang ramah.

Apakah film mengenai karir lainnya yang menurut Anda tidak boleh dilewatkan?

Friday, 17 February 2012

Pertanyaan Umum ketika Wawancara Kerja


Foto diunduh dari sini.
Ketahuilah berbagai hal yang harus Anda ketahui sebelum melakukan wawancara kerja. Riset, riset, dan riset, itulah hal yang terpenting. Setidaknya, Anda harus mengetahui semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

Alasan Anda ingin bekerja di industri tersebut.
Ini adalah pertanyaan yang sering sekali dilontarkan. Contohnya, jika Anda diwawancarai oleh sebuah Bank, pewawancara sangat mungkin mengajukan pertanyaan, ”Mengapa Anda tertarik bekerja di industri keuangan?” Anda dapat memulai jawaban dengan, “Saat saya masih berumur X tahun...” diikuti dengan pengalaman Anda, dan ditutup dengan, “... dan mulai saat itu saya sangat tertarik bergelut di bidang tersebut.” Jawaban ini khususnya amat penting jika Anda berpindah industri (misalnya dari desainer interior menjadi desainer fashion).

Alasan Anda ingin bekerja di Perusahaan tersebut.
Ini adalah saatnya Anda berbicara mengenai misi, nilai-nilai, hingga visi perusahaan tersebut. Posisikan bahwa Anda akan mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan tersebut untuk mencapai tujuannya, meningkatkan reputasinya, atau memperbaiki apa yang menjadi kekurangan mereka, melalui keahlian dan gagasan-gagasan yang unik dari Anda. Ini adalah kesempatan yang baik untuk berbicara mengenai apa yang perusahaan tersebut butuhkan dan kesesuaian dengan keahlian yang Anda miliki.

Produk unggulan perusahaan tersebut dan alasannya.
Jika perusahaan tersebut bergerak di industri penjualan barang-barang ritel (misalnya consumer goods), disarankan Anda terlebih dahulu mencoba produk tersebut. Setidaknya, pastikan Anda tidak memakai, membawa, atau menyetir, produk-produk yang merupakan saingan atau kompetitornya.

Contohnya: seseorang yang bekerja di industri telekomunikasi memiliki tiga merk handphone yang berbeda. Sebelum wawancara, ia akan memindahkan nomor yang dipakainya ke handphone yang diperlukan. Ada pula orang yang meminjam mobil milik temannya yang bermerk sama dengan perusahaan yang mewawancarainya. Ketika ia mendapat pekerjaan tersebut, ia bahkan sampai menjual mobilnya sendiri sebelum mulai masuk kerja!

Perusahaan yang menjadi kompetitor dan alasannya.
Cari tahu mengenai perusahaan-perusahaan besar lainnya yang bergerak di industri yang sama, apa saja yang mereka lakukan, berita-berita terakhir mengenai bisnis yang mereka jalankan, dan sebagainya.

Jumlah karyawan dan jumlah kantor cabang perusahaan tersebut (beserta lokasinya).
Besarnya skala operasional perusahaan tersebut tidak boleh menjadi sesuatu yang mengejutkan Anda.

Produk-produk lain dari perusahaan tersebut.
Penggabungan dan akuisisi perusahaan adalah hal yang umum. Pengetahuan yang lengkap mengenai jenis-jenis bisnis atau produk yang ada di perusahaan tersebut adalah hal yang wajib Anda ketahui. Hal ini untuk menghindari kesalahan ketika menyebutkan produk yang Anda kira merupakan kompetitor dari produk yang dimiliki perusahaan tersebut, namun ternyata itu adalah produk yang mereka ciptakan untuk meraih pangsa pasar yang berbeda dari produk sebelumnya.

Kondisi yang terjadi di industri di mana perusahaan tersebut bergelut.
Penggabungan atau pemisahan perusahaan sangat umum terjadi. Anda bisa dengan mudah mencari jawabannya melalui Google.

Sebanyak mungkin informasi mengenai orang yang akan mewawancarai Anda.
Sebaiknya Anda mengetahui beberapa informasi mengenai pewawancara. Misalnya di mana ia pernah bersekolah, bekerja, dan sudah berapa lama ia bergelut di industri tersebut. Informasi tersebut memungkinkan untuk didapatkan terutama jika orang tersebut berada di Top Level Management, seperti General Manager, atau Direktur perusahaan tersebut.

Hal yang paling mudah, ketik nama pewawancara Anda dan temukan jawabannya di Google. Namun jika pewawancara Anda masih berada pada level yang belum cukup tinggi (dan belum terdeteksi oleh Google), silakan tanyakan langsung kepada beliau. Pertanyaan mengenai pengalamannya selama bekerja di perusahaan tersebut, hal-hal yang ia sukai mengenai kultur perusahaan, dan sebagainya, adalah hal yang baik untuk ditanyakan kepada pewawancara Anda, terutama ketika ia bertanya, “Apakah Anda memiliki pertanyaan?” Ini juga adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk bertanya mengenai rencana pertumbuhan perusahaan selama lima tahun ke depan.

Informasi secara umum mengenai besarnya gaji untuk posisi yang Anda lamar di industri tersebut.
Jangan memulai pembicaraan mengenai besarnya penghasilan yang akan Anda peroleh, sebelum pewawancara mengutarakannya terlebih dahulu. Namun ketika ia bertanya berapa gaji yang Anda harapkan, Anda tentu juga tidak akan mau memberikan angka yang berada di luar rata-rata gaji yang berlaku di industri tersebut. Jangan sampai Anda mengatakan, “Saya tidak tahu, berapa yang Anda tawarkan?” Cari tahu terlebih dahulu besaran gaji rata-rata untuk posisi yang Anda lamar.

Semoga sukses!

Tuesday, 7 February 2012

Alasan Mengapa Anda Tidak Bisa Mendapat Pekerjaan yang Lebih Baik

Anda sedang mencari pekerjaan yang lebih baik? Anda tidak sendirian. Dari tahun ke tahun, "Mendapatkan Pekerjaan yang Lebih Baik" adalah salah satu resolusi Tahun Baru yang paling populer. Untuk memulai mencari pekerjaan dengan benar, berhentilah sejenak dan kenalilah, apa saja kesalahan yang Anda lakukan? Apa yang menghalangi Anda dari mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan? Coba lihat alasan-alasan di bawah ini, apakah terasa familiar bagi Anda?

1. Hanya melamar pekerjaan secara online. Mengirimkan resume secara online saja, sama seperti mengirimnya ke dalam lubang hitam. Banyak perusahaan mendapatkan ratusan aplikasi online dan seringkali tidak akan terlihat oleh mereka. Anda harus memiliki lebih dari satu rute dalam mencari pekerjaan. Coba perkuat network/jaringan atau memanfaatkan social media.

2. Tidak ada yang tahu Anda sedang mencari pekerjaan. Biarkan setidaknya beberapa orang tahu bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru. Anda tidak perlu mengumumkannya ke seluruh dunia (kecuali jika Anda mau!). Tetapi jika lebih banyak orang dalam jaringan Anda yang tahu bahwa Anda sedang mencari kerja, akan ada lebih banyak orang yang bisa mencarikan kerja untuk Anda.

3. Anda mencari pekerjaan yang salah. Jika Anda telah berjuang mencari kerja dalam waktu yang cukup lama, mungkin sudah waktunya untuk melihat ke bidang pekerjaan yang berbeda. Luangkan waktu untuk mempelajari trend dan bidang pekerjaan lain, yang mungkin di sana terdapat peluang yang bagus untuk Anda.

4. Resume Anda membosankan. Perbarui resume Anda dengan pengalaman Anda yang paling terakhir! Coba cari tahu cara-cara membuat resume yang "menyenangkan" pembacanya, namun tetap terlihat profesional.

5. Anda tidak memiliki akun social media atau jika punya, berisi hal-hal yang kurang baik. Hingga 91% para pencari karyawan akan mengecek social media. Paling tidak, Anda harus memastikan bahwa Anda tidak menampilkan foto-foto yang "menantang", bahasa atau komentar yang aneh pada salah satu profil Anda.

6. Anda tidak tahu bagaimana caranya memanfaatkan wawancara informasional. Apakah Anda pernah mendengar istilah wawancara informasi? Tujuan dari wawancara ini bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan untuk membangun hubungan (networking) dengan orang yang bekerja di bidang yang Anda minati, dan belajar lebih banyak tentang apa yang mereka lakukan. Meskipun Anda tidak boleh meminta pekerjaan dalam sebuah wawancara informasional, wawancara ini memungkinkan si pemberi kerja untuk mengenal Anda tanpa tekanan apapun. Jadi ketika ada lowongan, Anda akan berada di bagian teratas dalam daftar mereka.

Apakah Anda melakukan salah satu dari kesalahan-kesalahan tersebut?

Friday, 3 February 2012

Persiapan Sebelum Wawancara Kerja

Foto diambil dari sini.
Ketika Anda mendapat panggilan wawancara kerja, mungkin Anda langsung berfikir, ”Banyak sekali hal yang harus saya persiapkan!” Untuk membantu Anda memprioritaskan hal-hal yang harus Anda persiapkan, berikut ini adalah daftar penting yang harus dilakukan sebelum Anda melakukan wawancara kerja:

72 jam sebelumnya
Mulai melakukan riset. Lakukan riset terhadap perusahaan yang memanggil Anda untuk wawancara kerja. Kapan perusahaan itu berdiri, apa bidang usahanya, sejauh apa Anda menguasai bidang usaha perusahaan tersebut, apa saja prestasi perusahaan tersebut, dan sebagainya. Ini adalah hal yang harus Anda lakukan sendiri, jangan melalui orang lain.

Putuskan pakaian apa yang akan Anda kenakan dan bawa semua yang perlu dibersihkan ke dry cleaner/laundry.

48 jam sebelumnya
Kumpulkan daftar pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan beserta jawabannya, dan berlatihlah. Hal ini bisa menambah percaya diri Anda, sekaligus melatih intonasi dan volume suara yang cukup. Jika perlu, rekam suara Anda atau dengan handycam.

Pastikan Anda memiliki jawaban yang berhubungan dengan pekerjaan dan jawaban yang terdengar profesional, ketika pewawancara bertanya: “Silakan ceritakan tentang diri Anda...” Harus diingat, sebenarnya ini bukanlah kesempatan untuk bercerita tentang diri Anda sendiri. Ini adalah kesempatan untuk bercerita mengenai nilai-nilai yang akan Anda berikan bagi perusahaan tersebut.

24 jam sebelumnya
Ambil pakaian yang Anda masukkan ke laundry/dry cleaner 2 hari yang lalu.
Periksa prakiraan kondisi cuaca dan buat perubahan yang diperlukan atau penambahan pada pakaian Anda, tergantung cuaca tersebut: payung, sepatu atau jaket yang berbeda, dan sebagainya.

Tandai lokasi wawancara di peta dan pastikan rute yang akan Anda lalui. Tidak cukup hanya mengetahui gambaran umum saja mengenai arah mana yang akan Anda tuju. Jika perlu, lakukan survey tempat terlebih dahulu untuk mengetahui letak persis lokasi wawancara tersebut.

Ketahui lokasi di mana Anda akan parkir, dan berapa lama waktu yang harus ditempuh dari lokasi parkir ke tempat wawancara. Banyak perusahaan besar yang memiliki lebih dari satu pintu masuk.

Print/cetak berkas-berkas Anda seperti Surat Lamaran, CV, ijazah, dan sebagainya, tidak hanya satu kali, namun rangkap dua: satu untuk Anda dan satu untuk pewawancara. Seringkali pewawancara menghilangkan atau lupa menaruh dokumen pelamar. Ketika ia sedang sibuk mencari dokumen Anda di balik kertas-kertas di atas mejanya, Anda tinggal menawarkan copy yang Anda bawa. Ini menunjukkan Anda sudah mempersiapkan segalanya.

Semir/bersihkan sepatu Anda.

Rapikan setiap sudut-sudut lipatan pakaian Anda. Ini kerap dilakukan oleh para profesional.
Jika Anda adalah seorang perokok, Anda mungkin membutuhkan nicotine patch (jangan permen karet) untuk membantu menghilangkan kegugupan Anda saat wawancara.

Hari-H
Sikat gigi Anda sebelum memakai pakaian yang sudah disiapkan. Anda tidak ingin ada noda pasta gigi atau ada bercak air di pakaian rapi Anda.

Periksa kembali apakah Anda sudah membawa Kartu Identitas jika ternyata Anda harus melewati pemeriksaan petugas keamanan gedung.

15 menit sebelumnya
Anda sudah harus tiba di depan gedung. Jika Anda ingin minum atau makan sesuatu, hindari sesuatu yang kemungkinan akan meninggalkan noda (kopi, teh, dll) atau yang “meledak” (donat jelly, dll)

10 menit sebelumnya
Berada di lobi. Ini masih memberikan Anda cukup waktu jika Anda harus menghadapi petugas keamanan gedung, berhenti di lantai yang salah, dan sebagainya.

5 menit sebelumnya
Berada di depan resepsionis. Pastikan Anda menyapa resepsionis dengan ramah, baik ketika Anda baru masuk serta ketika Anda pergi meninggalkan tempat. Ingatlah, orang tersebut bisa jadi orang yang juga akan dimintai opini mengenai Anda.

Jangan mengobrol di telefon ketika menunggu. Anda dapat membaca koran atau majalah, lebih baik lagi mengenai industri perusahaan tersebut. Anda juga bisa duduk diam dan memperhatikan keadaan di sekeliling Anda.

Semoga Sukses!!!

Wednesday, 25 January 2012

Menjawab Pertanyaan Sulit ketika Wawancara Kerja


Di bawah ini adalah tiga hal yang sering dikuatirkan oleh sebagian besar orang saat melakukan wawancara kerja: diberikan pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya; ditanyakan mengenai keahlian yang Anda tidak kuasai; atau pertanyaan mengenai gaji yang diterima saat ini, ketika sebetulnya mereka mengharapkan penghasilan yang lebih.

  • Anda diberikan pertanyaan yang Anda tidak tahu jawabannya.
Reaksi umum yang sering terjadi adalah mengalihkan jawaban. Jangan lakukan itu. Selain itu, jangan katakan, “Pertanyaan yang bagus,” mereka akan mengetahui Anda sedang mencoba mengulur waktu.Cukup katakan, “Saya belum mempertimbangkan hal tersebut. Mohon berikan saya waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu, karena saya ingin memastikan bahwa saya dapat memberikan jawaban yang terbaik.” Catatan: Anda akan tetap merasa percaya diri jika Anda tidak meminta maaf.Meminta waktu untuk memikirkan hal tersebut juga akan menolong Anda untuk menenangkan diri. Pewawancara juga tidak akan merasa jengkel jika Anda mencoba untuk memberikan jawaban yang terbaik.
  • Anda kuatir mereka akan membahas mengenai keahlian yang tidak Anda miliki, atau membahas tentang rentang waktu karir yang tidak ada pada CV Anda.
Mengenai keahlian, Anda dapat mengatakan, “Saya mengetahui pekerjaan yang Anda tawarkan membutuhkan keahlian X, dan hal tersebut tidak ada dalam resume saya. Hal tersebut adalah hal yang pertama kali akan saya pelajari dan kuasai dengan cepat saat saya mulai bekerja di perusahaan Anda.”Mengenai rentang waktu karir yang tidak ada pada CV, Anda dapat mengatakan, “Saat itu saya melakukan X, yang membuat saya memiliki keahlian Y yang dapat saya terapkan dengan baik untuk pekerjaan yang Anda tawarkan sekarang ini.”
  • Anda diberikan pertanyaan mengenai besarnya gaji yang Anda terima saat ini, namun Anda saat ini sedang bekerja di sebuah restoran lokal, yang sebetulnya tidak relevan.

“Saya mencari pekerjaan yang menawarkan penghasilan sekitar X rupiah, lebih dari penghasilan saya sebelumnya, dan juga perkerjaan yang lebih berhubungan dan lebih relevan dengan keahlian saya.”Jika pewawancara masih terus mengorek jawaban Anda: “Penghasilan saya saat ini lebih rendah dari yang saya harapkan, oleh karena itu saya mencari pekerjaan baru.”Dan jika ia masih bertanya, katakan yang sebenarnya. Kebohongan sangat tidak bisa diterima, dan terus menerus mengelak akan membuat Anda terlihat menjadi orang yang tidak dapat dipercaya.