Ingin tahu ulasan mengenai film-film lama hingga yang terbaru? Ingin tahu film-film apa yang wajib ditonton dan yang tidak? Jangan lupa kunjungi Our Cinema Sanctuary, blog berisi review2 film (yg pastinya sudah saya tonton, hehe...). See you there...!!!
Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Wednesday, 25 January 2012

Menjawab Pertanyaan Sulit ketika Wawancara Kerja


Di bawah ini adalah tiga hal yang sering dikuatirkan oleh sebagian besar orang saat melakukan wawancara kerja: diberikan pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya; ditanyakan mengenai keahlian yang Anda tidak kuasai; atau pertanyaan mengenai gaji yang diterima saat ini, ketika sebetulnya mereka mengharapkan penghasilan yang lebih.

  • Anda diberikan pertanyaan yang Anda tidak tahu jawabannya.
Reaksi umum yang sering terjadi adalah mengalihkan jawaban. Jangan lakukan itu. Selain itu, jangan katakan, “Pertanyaan yang bagus,” mereka akan mengetahui Anda sedang mencoba mengulur waktu.Cukup katakan, “Saya belum mempertimbangkan hal tersebut. Mohon berikan saya waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu, karena saya ingin memastikan bahwa saya dapat memberikan jawaban yang terbaik.” Catatan: Anda akan tetap merasa percaya diri jika Anda tidak meminta maaf.Meminta waktu untuk memikirkan hal tersebut juga akan menolong Anda untuk menenangkan diri. Pewawancara juga tidak akan merasa jengkel jika Anda mencoba untuk memberikan jawaban yang terbaik.
  • Anda kuatir mereka akan membahas mengenai keahlian yang tidak Anda miliki, atau membahas tentang rentang waktu karir yang tidak ada pada CV Anda.
Mengenai keahlian, Anda dapat mengatakan, “Saya mengetahui pekerjaan yang Anda tawarkan membutuhkan keahlian X, dan hal tersebut tidak ada dalam resume saya. Hal tersebut adalah hal yang pertama kali akan saya pelajari dan kuasai dengan cepat saat saya mulai bekerja di perusahaan Anda.”Mengenai rentang waktu karir yang tidak ada pada CV, Anda dapat mengatakan, “Saat itu saya melakukan X, yang membuat saya memiliki keahlian Y yang dapat saya terapkan dengan baik untuk pekerjaan yang Anda tawarkan sekarang ini.”
  • Anda diberikan pertanyaan mengenai besarnya gaji yang Anda terima saat ini, namun Anda saat ini sedang bekerja di sebuah restoran lokal, yang sebetulnya tidak relevan.

“Saya mencari pekerjaan yang menawarkan penghasilan sekitar X rupiah, lebih dari penghasilan saya sebelumnya, dan juga perkerjaan yang lebih berhubungan dan lebih relevan dengan keahlian saya.”Jika pewawancara masih terus mengorek jawaban Anda: “Penghasilan saya saat ini lebih rendah dari yang saya harapkan, oleh karena itu saya mencari pekerjaan baru.”Dan jika ia masih bertanya, katakan yang sebenarnya. Kebohongan sangat tidak bisa diterima, dan terus menerus mengelak akan membuat Anda terlihat menjadi orang yang tidak dapat dipercaya.

Sunday, 22 January 2012

"Please, I Just Wanna Get Home Safely..."

Foto diambil dari: http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/22/1502392620X310.jpg
Berita mengenai kecelakaan maut di Tugu Tani yang terjadi siang tadi, membuat saya terkejut, sedih, miris... Bagaimana tidak? Update terakhir yang saya baca, kecelakaan tersebut memakan korban hingga 9 orang meninggal dunia, serta 3 orang dalam kondisi kritis. :'(

Kronologis singkat yang saya dapat dari Kompas.com, pada pukul 11 siang tadi sebuah mobil Daihatsu Xenia melaju dengan kecepatan tinggi, datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Saat mendekati Tugu Tani, mobil itu oleng kehilangan kendali. Saat hilang kendali, mobil kemudian menabrak 12 orang pejalan kaki yang sedang ada di trotoar. Dicatat ya, mereka bukan sedang menyeberang jalan, namun sedang berada di trotoar.

Saya sontak membayangkan, mimpi apa para korban tewas tersebut hingga mereka menjadi korban? Mereka tidak sedang melanggar peraturan lalu lintas. Mereka cuma sedang berjalan di trotoar seusai dari lapangan futsal, ada juga yang sedang duduk di halte. Santai, tanpa sadar maut datang menghampiri. 

Di antara Anda pasti ada yang berfikir, "Itu adalah takdir." Ya betul, saya juga mengakui itu adalah takdir dari Allah SWT. Tapi apakah harus berhenti sampai di situ saja? Karena itu adalah takdir, tidak ada usaha yang bisa kita lakukan bersama?

Apakah Anda tahu? Di Indonesia (berdasarkan laporan dari Kepolisian Republik Indonesia), pada tahun 2010 jumlah kematian akibat kecelakaan telah mencapai 31.234 jiwa, yang artinya dalam setiap 1 jam terdapat 3-4 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di jalan. Kalau Anda tidak tergerak, atau minimal terkejut dengan kenyataan tersebut, saya yakin Anda berbohong. :)

Sekarang saya tanya. Menurut Anda, faktor apa saja yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas? Di antara Anda mungkin ada yang menjawab: karena jalanan yang rusak, rem kendaraan blong, rambu lalu lintas atau marka yang tidak jelas, pengemudi mengantuk, dll. Yup, semua itu adalah jawaban yang benar. Tapi tahukah Anda, alasan-alasan tersebut hanya berkontribusi sebesar 10% terhadap kecelakaan lalu lintas? Ternyata penyebab utama kecelakaan lalu lintas, 90%-nya berasal dari faktor kesalahan manusia itu sendiri! Fakta-fakta tersebut saya dapat dari gerakan "I Wanna Get Home Safely!" 

Saya berikan contoh simple ya... Salah satu penyebab kecelakaan adalah karena pengemudi mengebut, melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Seringkali juga karena pengemudi melanggar peraturan lalu lintas lainnya, seperti berhenti/parkir di sembarang tempat, menerobos lampu merah, atau menerobos jalur busway (hayooo, banyak kan yang melakukan ini?). Tidak hanya pengemudi mobil atau motor, pejalan kakipun sangat sering melanggar. Yang paling sering: menyeberang di sembarang tempat, padahal di dekat situ ada zebra cross atau jembatan penyeberangan. Sudah jelas bukan, semua itu adalah faktor kesalahan manusia?

Nah, bagaimana dengan kecelakaan karena pecah ban, rem blong, dan sejenisnya? Sekarang, apakah hal tersebut bisa terjadi jika si pemilik kendaraan selalu memeriksa kondisi kendaraannya secara benar dan teratur? Tentu saja bisa terjadi. Tapi lagi-lagi, dengan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, kita bisa meminimalkan terjadinya risiko tersebut.

Belum lagi karena hilangnya konsentrasi pengemudi akibat menelefon saat menyetir, tidak sabar, tidak mau mengalah dengan kendaraan lain, emosi......

Memang, kondisi jalan raya (khususnya di Jakarta) saat ini sudah luar biasa "gila". Kenapa gila? Macet di mana-mana, pelanggaran di mana-mana, salip sana, salip sini, dan bisa menjadikan para pengguna jalan bisa ikutan gila. 

Tapi maaf, saya tidak mau menjadi bagian dari kondisi yang gila itu. Makanya saya ikut menjadi pendukung gerakan "I Wanna Get Home Safely!" Gerakan tersebut tujuannya simple saja: mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, yang upayanya datang dari diri sendiri. Misalnya: berusaha selalu berhati-hati di jalan; mematuhi peraturan lalu lintas; memeriksa kondisi kendaraan sebelum menggunakannya; serta menghargai pengguna jalan lain.

Lagi-lagi mungkin Anda berfikir, "Untuk apa saya berhati-hati, kalau orang lain tetap tidak berhati-hati?" Mungkin saja Anda benar. Mungkin saja Anda tidak mau menjadi satu-satunya orang yang taat peraturan lalu lintas, di kala orang lain melanggarnya. Atau mungkin Anda takut ditertawakan orang, atau takut dimarahi orang lain hanya karena Anda pengendara motor yang berhenti di belakang garis putih ketika berhenti di lampu merah.

Namun apakah Anda pernah bayangkan, bagaimana jadinya jika setiap orang mau berhati-hati di jalan, taat peraturan lalu lintas, mengendarai kendaraan yang kondisinya prima, dan saling memberi jalan kepada pengguna jalan lain? Jika semua orang berlaku seperti itu, apakah Anda bisa bayangkan betapa damai dan teraturnya kondisi jalan yang akan kita lewati?

Jadi, buat apa menyalahkan orang atau pihak lain? Mari bersama-sama benahi diri sendiri dahulu.

Tujuan saya simple saja. Saya hanya ingin pulang ke rumah dengan selamat. Ingin bertemu kembali dengan suami dan orang tua saya tercinta. Saya tidak ingin menjadi korban kecelakaan lalu lintas karena kelalaian orang lain. Apalagi menjadi orang yang lalai, sehingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.***

Monday, 16 August 2010

Mencegah Rambut Rontok untuk Pria


1. Memahami kebotakan dan DHT

DHT atau dihidrotestosteron, adalah hormon yang berasal dari testosteron. DHT adalah faktor penyebab utama rambut rontok pada pria, serta hormon yang memblokir akar rambut Anda. Hal inilah yg menyebabkan pasokan gizi ke helai rambut Anda terhambat.

Untuk menghentikan kebotakan dan kerontokan rambut pada pria, perawatan dasar yang tepat dengan menghentikan aktivitas DHT pada tubuh Anda adalah suatu keharusan. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana Anda dapat menangani DHT secara efektif dan alami, pastikan Anda terus membaca tulisan ini.

2. Teh hijau

Testosteron diubah menjadi DHT oleh 5-alpha-reduktase. Dengan minum teh hijau lebih banyak setiap hari, akan membantu menghambat 5-alpha-reductase mengkonversi testosteron menjadi DHT.

3. Stres

Saat ini, mayoritas kaum pria mengalami stres dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial. Sejak puluhan tahun yg lalu, komunitas medis menemukan hubungan antara stres dan kebotakan. Stres dapat menyebabkan kerontokan rambut yang cukup berat bagi pria. Oleh karena itu, jika Anda benar2 ingin memperoleh kembali volume rambut Anda, Anda harus bisa bersantai dan melepaskan stres pada tubuh Anda.

4. Diet

Diet yang baik dan sehat dapat membantu meningkatkan pertumbuhan rambut. Dengan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran serta makanan sehat lainnya, Anda memberikan nutrisi yang kuat yang diperlukan oleh tubuh untuk merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu, kekurangan gizi merupakan penyebab utama kebotakan. Jadi, sangatlah penting untuk makan dengan benar dan teratur.

5. Rambut Pendek

Rambut panjang akan memberi tekanan yg berlebih pada akar rambut. Selain itu, rambut yg pendek akan membuat Anda lebih mudah menjaga kulit kepala agar tetap bersih.

6. Jaga Kebersihan Kulit Kepala

Cuci rambut secara teratur dan pastikan Anda membilasnya dengan baik. Pastikan juga produk2 yg Anda gunakan seperti mousse, gel, atau krim, dapat tercuci bersih saat Anda mencuci rambut Anda.

Sumber: Hair Loss Tips - Top iPhone Application
Gambar diunduh dari: selfhelpzone.com