Ingin tahu ulasan mengenai film-film lama hingga yang terbaru? Ingin tahu film-film apa yang wajib ditonton dan yang tidak? Jangan lupa kunjungi Our Cinema Sanctuary, blog berisi review2 film (yg pastinya sudah saya tonton, hehe...). See you there...!!!

Wednesday, 29 July 2009

The Story of SIM Keliling...

Wuiiiih... Sudah lama tidak sempat menengok "rumah" Blues ini, karena kerjaan kantor yg menumpuk (dan super mendesak, uuughh...). Sampai di rumah hanya bisa cek FB sebentar, sedikit chat, lalu langsung tertidur pulas dengan suksesnya. Betul-betul minggu yg melelahkan...

Kali ini saya akan membagi pengalaman pertama saya memperpanjang SIM di layanan SIM Keliling. Sebelumnya saya sudah mencari tahu (via Mbah Google) mengenai perpanjangan SIM di SIM Keliling, dari lokasinya, syarat2 yg harus dipenuhi, dll. Hasil yg saya dapat, layanan SIM Keliling itu praktis, cepat, dan mudah. Hanya cukup siapkan KTP dan SIM asli, pulpen, dan tentu biaya untuk ongkos perpanjangannya. Selain itu tidak perlu menunggu terlalu lama, tinggal isi formulir, menunggu sebentar untuk kemudian difoto, dan "tring!" jadilah SIM baru.

Kenyataannya??? AAARRRRGHHHH...!!!
*mohon tunggu sebentar... Saya perlu menenangkan diri dulu sebelum meneruskan...

.........
............
..................

Oke... Pagi ini saya tiba di layanan SIM Keliling depan kantor polisi Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pukul 09.00 WIB. Layanan tersebut beroperasi pada pukul 08.00-15.00 WIB. Jadi logikanya, kalau saya tiba pada pukul 9 pagi, sebelum jam makan siang saya sudah bisa sampai di kantor lagi. Sebetulnya saya sudah curiga ketika melihat antrian dan kerumunan orang yg cukup padat di sekitar bus layanan SIM Keliling tersebut. Namun dengan penuh semangat dan optimis, saya tetap berharap logika tersebut akan terwujud.

Saya berjalan menuju loket pendaftaran, lalu memberikan SIM dan KTP asli kepada petugas. Ternyata, mereka juga meminta fotokopi SIM dan KTP tersebut. Saya berjalan menuju tempat fotokopi yg juga sudah disediakan, dan membayar Rp2,000 untuk fotokopi dua dokumen.

Setelah menyerahkan fotokopi, saya diminta mengisi sebuah formulir. Celingak-celinguk, saya menuju meja yg tersedia untuk mengisi formulir. Karena semua kursi di sekeliling meja itu terisi penuh, saya pun harus menulis di meja dengan posisi membungkuk. Tiba-tiba, seorang kakek memberikan kursinya untuk saya. Saya sempat menolak, karena saya merasa kakek itulah yg lebih berhak untuk duduk, karena beliau sudah tua dan kemungkinan besar lebih mudah lelah, dibandingkan saya yg masih kuat berdiri (walaupun dengan sepatu hak, hehe...). Namun kakek itu memaksa, dan saya pun duduk dengan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada si kakek.

Setelah memastikan formulir telah terisi lengkap, saya menyerahkannya kembali kepada petugas. Kata si petugas:

"Nanti Mba kembali untuk foto sekitar jam 1 ya..."

WHAAAATTTT??? Jam 1??? Gak salah Paaak??? Berarti saya harus menunggu 4 jam??? Uuuuughh...!!! Teganyaaa...!!!

Yg mengejutkan lagi, tidak lama setelah saya memberikan formulir, tiba2 ada pengumuman bahwa pendaftaran sudah ditutup! Padahal masih pagi lho! Ternyata para petugas SIM Keliling menetapkan, dalam 1 hari tidak menerima lebih dari 100-120 form perpanjangan SIM. Duuh... Kasihan orang-orang yg datang setelah itu, mereka diminta untuk datang lagi besok pagi.

Sebetulnya saya bisa saja pergi dulu ke tempat lain, misalnya ke Kalibata Mall yg tidak jauh dari situ. Namun dalam hati kecil masih berharap, siapa tahu bisa dipanggil sebelum jam 1 siang. Makanya saya (bersama dengan ratusan orang lainnya) tetap menunggu di sekitar bus SIM Keliling.

Satu jam, dua jam menunggu. Saya memperhatikan orang-orang yg dengan penuh harap dipanggil untuk foto. Ada dua orang kakek yg sedang asyik mengobrol, dari pembicaraannya saya tidak sengaja mendengar bahwa salah satunya sudah menggunakan KTP seumur hidup. Hhhmm... Saya jadi teringat kakek saya sendiri, dia juga sudah menggunakan KTP seumur hidup, dan sekarang dia sudah tidak bisa memperpanjang SIM-nya, karena menurut polisi sudah terlalu berbahaya jika dia masih menyetir sendiri.

Selain dua kakek itu, ada juga perempuan berusia 30-an yg tidak henti-hentinya menerima telefon. Telefon genggamnya berdering hampir setiap 5 menit, dan dia menerimanya dengan berbagai macam nada bicara. Kadang resmi, kadang berbisik2, kadang dengan nada memerintah, kadang merajuk. Di sebelahnya, berdiri seorang pria yg juga sibuk dengan telefon genggamnya, namun bukan digunakan untuk berbicara melainkan untuk bermain game. Lalu ada pria dan wanita yg sepertinya sepasang kekasih. Sang pria berdandan necis, gaya, begitu juga wanitanya. Sang wanita sangat terlihat sewot dan tidak sabar menunggu giliran dipanggil.

Yang paling mengesalkan adalah ketika ada seorang petugas yg masuk ke dalam bus sambil membawa formulir. Tak lama kemudian ia keluar, memberi kode memanggil kepada seseorang, dan berbisik kepada orang itu:

"Langsung masuk aja Pak, langsung foto."

Maksudnya??? Bukannya petugas sudah tidak menerima formulir baru? Lalu kenapa formulir baru itu bisa dibawa masuk, dan orangnya langsung difoto pula? Uuuughhh...!!!

Akhirnya jam 1 pun datang. Tapppiiii.... Saya tetap tidak dipanggil2!!! Keringat sudah mengucur, panas matahari menyengat... Belum lagi aksi rebutan kursi yg jumlahnya tidak memadai dibandingkan dengan orang yg menunggu. Sempat di suatu waktu, SELURUH wanita yg ada di situ BERDIRI! Tidak ada satupun wanita yg diberikan tempat duduk. Yg duduk seluruhnya pria, mayoritas masih muda. Duuuh... Bahkan dua orang kakek yg saya lihat sebelumnya pun juga masih tetap berdiri. Mungkin mereka semua yg duduk menganggap serius yg namanya emansipasi wanita (dan emansipasi orang tua juga ya?).

Masih berusaha sabar... Sekitar jam 1/2 2 lewat, saya pun akhirnya mencoba bertanya kepada petugas, berapa lama lagi saya akan dipanggil?

"6 orang lagi ya Mba"

Oke... Akhirnya saya dipanggil pada pukul 2 lewat 15 menit. Saya betul2 penasaran, apa hal yg membuat prosesnya menjadi sedemikian lama. Saya masuk ke dalam bus yg disulap menjadi studio foto mini, lengkap dengan sebuah perangkat komputer untuk memasukkan data. Di situ juga terdapat alat scanner sidik jari, dan mesin cetak SIM. Ketika saya duduk, seorang petugas masih sibuk memasukkan data2 yg saya tulis di form berjam-jam sebelumnya.

Naaah... Ini dia yg membuat prosesnya lama. Ternyata para petugas tidak memiliki cukup sumber daya dan alat untuk mempercepat proses. Coba saja jika terdapat 1 atau 2 orang lagi yg bertugas memasukkan data ke sistem, sehingga ratusan form dapat diselesaikan dengan cepat. Setelah itu, baru orang2 dipanggil untuk langsung foto beserta data yg sudah lengkap tersedia.

Tidak sampai 1 menit setelah data lengkap, scan sidik jari dan tanda tangan, lalu difoto, SIM langsung jadi dan bayar Rp110,000. Fiiuuuh... Sebuah perjuangan yg melelahkan.

Tips untuk teman2 yg ingin memperpanjang SIM di SIM Keliling:
  1. Pastikan bahwa SIM masih berlaku (tidak lewat masa berlakunya)
  2. Cek lokasi SIM Keliling di hari itu, bisa telp ke no (021) 523 4001/02/03/04
  3. Bawa KTP asli dan SIM asli, beserta fotokopinya
  4. Bawa pulpen supaya tidak perlu meminjam2
  5. Datang sepagi mungkin (pukul 08.00 WIB)
  6. Bawa bahan2 bacaan, IPod/MP3 player, Laptop untuk mengisi waktu mengantri. Jangan lupa bawa payung jika tidak tahan panas terik matahari, bisa juga dipakai kalau tiba2 hujan.

42 comments:

  1. mau dong aku dibuatin SIM B umum

    ReplyDelete
  2. hari yang melelahkan ya sis.Btw thanks informasinya sista.met istirahat ya..

    ReplyDelete
  3. arrriiiiii, happi bertdeyyy..
    wishing you all the best :D

    heyran dari tadi malem gua ga berhasil buka pesbuk...

    btw, nice posting sebagai contoh layanan masyarakat yang kualitasnya ga pernah memuaskan. heyran... kapan negara ini mau maju ya? kalo melayani rakyat sendiri ajah ga ada bagus2nya :(

    ReplyDelete
  4. Seminggu yl aku memperpanjang sim A dan B di kantor samsat salatiga, prosesnya sama dg yg mbak tulis...tahu nggak dari mulai ambil formulir sampe sim jadi cuman 30 menit, padahal cukup padat yg antri.,tapi lancar dan
    Cepat.
    Kalau layanan publik yg mbak alami itu bukan mempermudah dan mempercepat, tapi menyengsarakan...perlu ditambah petugasnya memang.

    ReplyDelete
  5. SIM Keliling trauma aku mbak,... malah pernah kecopetan waktu ngantri, mending lansung ke Kantor Polres aja. pelayanannya juga cepat.

    ReplyDelete
  6. wahh parah banget yah nunggu nya, mending langsung ke samsat aja berarti yah.
    untuk masalah emansipasi wanita dan orang tua mah udah nga anehh... waktu saya hamil n nge-bis dlm kondisi penuh juga begitu. malah kebanyakan yang sering kasih tempat duduk itu perempuan. aneh2 sekali ya laki2 sekarang.

    ReplyDelete
  7. Tips untuk teman2 yg ingin memperpanjang SIM di SIM Keliling:
    7. membawa minum n bekal makanan bwt maksi.
    8. membawa kursi sendiri,
    9. membawa tikar, sleeping bag, tenda atw rumah mobil skalian.
    10. membawa pentung untuk mentung petugas yg menyerobotkan pencari sim yg membayar lebih.

    ReplyDelete
  8. iya, mba, kayanya kurang sumberdaya. sy liat jg kadang2 petugasnya ngetiknya masih nunak-nunuk pake 11 jari pula. mending formnya bisa disubmit online aja ya, trus kalo dah siap difoto kita dihubungi :)

    ReplyDelete
  9. haha.. kalo perpanjang itu emang jangan di sim keliling, emang ada banyak orang yang punya success story, tapi banyak juga yang gagal, kadang mobilnya gak datenglah, komp error lah, mendingan langsung ke komdak aja.. :)
    kalo tempatku langsung ke daan mogot tu, cepet disana :D

    ReplyDelete
  10. loww, ultah ya? heavy bird-day dwehhh.... semoga sukses n semakin berkibar di blantika musik nasional...loh?!

    ReplyDelete
  11. saya datang lagi...Happy birthday sis arie..Semoga panjang umur, sehat walafiat banyak rezeki dan tercapai segala cita dan cinta.amin.

    ReplyDelete
  12. aku nunggu postingan ulang tahun mbak aja deh... hehehehe....

    dirayain besar2an ga??
    knp aku ga diundang??wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  13. moga baiklah ini negeri......
    oiya met ultah ya...hehehehe

    ReplyDelete
  14. jangan2 kepanjangan tangan samsat aja ary...
    biar g berjubel nerima 'tips2 gelapnya' tuh

    ReplyDelete
  15. Met ultah ya rie!!

    btw, kalo sim hilang bs ngurus di sim keliling juga ga rie?

    ReplyDelete
  16. hmmm penuh perjuangan ya sis,yg penting selesai deh,kalo dioper disuruh kembali besok lagi dengan alasan mau tutup kan repot

    ReplyDelete
  17. temennya bu quinie yah.. ehehehe

    ReplyDelete
  18. wedeww...laa amat nunggunya
    kalo gw yang disruh nunggu mpe 4 jam gitu, mending kabur ha ha ha

    oh ya,. minta tolong link gw di update yah. niy link blog baru
    thanks

    ReplyDelete
  19. Huwwweeh panjang, yang pasti pengalaman ngurus SIM, pake SIM keliling gak menyusahkan, asalkan bawa duit 80ribu dan fotokopi KTP, done :D dan saya gak perlu ngantri, dikit banget yang ngantri :D

    ReplyDelete
  20. wahh pengaamann yang menarikk and penuh perjuangan untuk mendapatkan SIM... tapi sayangnya kurang efektif yah so gak banyak yang kebagian sedangkan jumlah peminat segitu banyaknya...

    ReplyDelete
  21. waduh rasanya malas banget bikin sim kayak gitu ya..wakakak...tapi thanks ya infonya...met ultah ya mbak ariyanti...thanks

    ReplyDelete
  22. lama tak basuo... hhmmm.. uda ngucapin met ultah blm iia??!?! met ultah iia mba'.. :)

    oalaaaaahhhh.. setandar pisan :p

    ReplyDelete
  23. Nyegik: SIM B Umum? Dirimu nyetir bis & truk?
    Aisha: Iya sis, habis itu langsung bubu nyenyak banget, hehe... Thank you :)
    Quinie: Ember Quiin, cuapex banget...! Makasiy banyak ya Quin :)
    Srex: Cuma 30 menit? Enakknyaa... *iri mode on, hehe...
    Seti@wan: Masa pak? Haduuuh, turut berduka pak... Serem bgt :(
    Maya: Huhuhu... iyaa, tega banget ya laki2, huhu :P
    Usil: Bwahahaha!!! Bener banget tuuuu, thanks tips tambahannya :)
    Aisha: thank u so much sis aisha :)
    Ferdi: Iya niy, belum sempet lagii, habis ini ya Ferdi :)
    Buwel: Makasiy Buwel :)
    Blog sedekah: Jangan2 yaaa :P
    Chrysanti: makasiy yaaa... Kalo sim hilang kayaknya harus urus langsung ke kantor samsat deh sis...
    MrP: Haduuuh... untung aja gak sampe kayak gituu :P
    Aprilins: Iyaaa, dirimu juga yaa :)
    Zulhaq: Maunya siy gituuu, huhuhu... Okey, noted :)
    Fenty: huwaaaa, enaknyaaa! cuma 80ribu sis? muraaah :)
    Azarre: iyaaa, perjuangan berat.. thanks dah mampir yaa :)
    Angga: sama, aku juga malees, hehe... Makasiy ya angga :)
    Genial: iyaaa, apa kabaar? makasiy yaaa :)

    ReplyDelete
  24. hihi.. pasti capek banget, aku yang masi smp ini buat apa pake sim

    ReplyDelete
  25. repot amat ya memperpanjang SIM

    ReplyDelete
  26. Masih untung mba cuma di suruh nunggu doang....sayah disuruh photo lagi...jelek amat katanya...Bete tuh polis...kayak tampan ajah

    ----halah jadi curhat----

    ReplyDelete
  27. waaaahhh moga sukses selalu mbak ari yang bukan mas ari :), ngucap met ultah lagi nggak papa ya... :)

    ReplyDelete
  28. aku belom pernah neh
    tengkyu atas tipsnya
    kupikir bisa cepet
    jaaaaaah ....
    ternyata oh... ternyata

    ReplyDelete
  29. sampe sekarang blm pernah ngerasain punya SIM huuhuuuhhuuuuuuuuu... blm pernah punya kendaraan soalnya... huuuhhuuu... menyedihkan :(

    ReplyDelete
  30. tips no 7.

    kalau punya barang dagangan, dibawa saja. gelar lapak disana. mumpung rame banyak yang nunggu...(mungkin bis ajual makan, minuman, majalah, atau buka fasilitas donlot lagu hehehe...)

    ReplyDelete
  31. ntar kalau sim ku udah mati
    pengen nyobain sim keliling ach
    tapi ada nggak ya di tempatku
    hehehehehe

    ReplyDelete
  32. iya nih kok baru muncul sobat...dah ditunggu2 artikelnya..Ok sukses

    ReplyDelete
  33. itu buat perpanjang SIM?? kalo buat bikin SIM mbak, bisa gak? karena aku mau bikin SIM mobil :)

    btw, protes gak waktu ada yang main belakang gitu?

    ReplyDelete
  34. wah, sim abu dah hampir 2 tahun ni ga diperpanjang, bahayyaa...

    ReplyDelete
  35. ada yang lupa mbak tips nya, jangan lupa bawa dompet berisi uang hehehe buat memperpanjang SIM nya

    ReplyDelete
  36. tapi cuma buat perpanjangan SIM aja kan ga bisa kalo mau bikin baru

    ReplyDelete
  37. seharusnya SIM keliling tujuannya u/ memudahkan masyarakat..ck,,ck..

    ReplyDelete
  38. bikin repot jd g bsa "nembak" he he he he

    ReplyDelete

Thank you for sharing your thoughts and opinions :)